/
Senin, 13 Februari 2023 | 10:43 WIB
Ternyata Ini Alasan Islam Melarang Hubungan Intim Ketika Wanita Sedang Menstruasi (pixabay/Dzmitry Dzemidovich)

SuaraBandungBarat.id - Menstruasi adalah bagian normal dari siklus reproduksi perempuan. Dalam Islam, ada beberapa aturan dan ajaran tentang hubungan intim saat menstruasi. Berdasarkan hadis-hadis Rasulullah dan ijma' ulama, hubungan seksual selama menstruasi dilarang dalam Islam.

Menurut Al-Qur'an, perempuan yang sedang menstruasi harus menjalani periode pembersihan dan pemulihan. Mereka harus menjauhkan diri dari ibadah dan aktivitas seperti shalat dan berhubungan seksual. Ini dianggap sebagai bentuk pembersihan dan menghormati proses alami yang sedang terjadi dalam tubuh mereka.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati wanita-wanita selama mereka dalam halimun (dalam haid atau nifas)". (Al-Baqarah: 222).

Hadis Bukhari dan Muslim: "Sesungguhnya Allah melarang kamu dari berhubungan badan dengan wanita dalam halimun".

Hadis Tirmidzi: "Sesungguhnya haid adalah darah yang tidak baik, maka janganlah kamu mendekatinya".

Hadis Abu Dawud: "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang dari berhubungan intim selama masa haid dan nifas".

Meskipun hubungan seksual dilarang selama menstruasi, pasangan masih bisa menjaga keintiman dan kehangatan dalam hubungan mereka melalui pengalaman seksual yang aman dan sesuai dengan syariat. Ini bisa meliputi berbicara dan bersentuhan tanpa melibatkan hubungan seksual secara fisik.

Ketika istri sedang menstruasi, suami harus memperlakukannya dengan penuh kasih sayang dan menghormati proses yang sedang terjadi dalam tubuhnya. Ini bisa meliputi membantu memenuhi kebutuhan istri dan memberikan dukungan emosional.

Dalam Islam, penting untuk menjaga martabat dan integritas dari proses alami yang terjadi dalam tubuh perempuan. Hubungan seksual selama menstruasi dilarang karena melanggar aturan dan ajaran yang diterima dalam agama. Namun, pasangan masih bisa menjaga keintiman dan kehangatan dalam hubungan mereka melalui pengalaman seksual yang aman dan sesuai dengan syariat. (*)

Baca Juga: Tata Cara Mandi Junub Setelah Berhubungan Intim, Jangan Sampai Salah Yaa

Load More