SuaraBandungBarat.id - Bulan puasa adalah waktu di mana diwajibkan kepada setiap muslim yang sudah baligh untuk menahan diri dari makan dan minum dari semenjak terbit matahari hingga terbenamnya.
Salah satu nilai yang terkandung dalam ibadah tersebut adalah tumbuhnya nilai solidaritas secara organik dari sesama manusia untuk merasakan cobaan yang berat menahan makan dan minum seharian.
Sehingga diharapkan tumbuhnya kesadaran secara bersama untuk peduli terhadap sesama manusia.
Namun, ternyata tidak semua kaum muslimin dapat melaksanakan ibadah tersebut secara maksimal, salah satunya adalah kaum muslimah yang dalam sebulan biasanya memperoleh haid atau 'datang bulan'.
Dan dapat dipastikan seluruh wanita yang sudah baligh dan mengalami fase menstruasi ini tidak akan berpuasa secara penuh dalam satu bulan ramadhan.
Lantas, bagaimana mengqada atau membayar puasa yang tertinggal tersebut? Berikut adalah penjelasan Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, seseorang diharuskan membayar hutang puasa dihitung sejak ia mengalami menstruasi atau datang bulan.
"Waktu puasa Anda haid, maka wajib Anda qadha dan untuk cara mengqadhanya berbeda-beda" paparnya.
"Jika Anda tidak mau puasa karena bandel, maka sebagian ulama berpendapat Anda harus membayarnya secara kontan, hari itu beresin" lanjutnya.
Baca Juga: Arahan Presiden Jokowi ke Pengurus Baru PSSI di Istana
"Tapi kalau misalnya dulu karena main dan tidak tahu sebagainya, maka Anda boleh mengqada puasa yang ditinggalkan itu dengan cara nyicil" tuturnya.
Namun, perlu diingat sebelum melakukan qadha dianjurkan untuk menghitung qadha agar tidak terjebak dalam penyakit was-was.
"Dan ingat mengqadha puasa wajib itu pahalanya lebih besar ketimbang salat sunah dan puasa sunah, jadi wajib mengqadha ini" pungkasnya.
Dan ketika seseorang tidak mampu mengqadha tetapi lebih dahulu menghadap Allah menurut buya Yahya, ahli warisnya tidak boleh membagikan dulu warisannya sebelum hutang ke Allah dibayar terlebih dahulu. (*)
Sumber: YouTube Al-Bahjah TV
Kontributor: Ehsa Nagara
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi