SuaraBandungBarat.id- Berikut ini rekomendasi wisata Garut yang bertema perkebunan dan tanaman dikelilingi bunga-bunga indah.
Garut memiliki segudang pariwisata yang banyak diminati masyarakat, mulai dari air terjun, gunung sampai perkebunan.
Beberapa rekomendasi wisata Garut:
1. Kebun Bunga Matahari
Tempat ini terletak di Desa Cikadongdong, Mekarmulya, Kabupaten Garut dan buka mulai pukul 06.00 hingga 18.00.
Melalui website resmi kampung Matahari, pengunjung disuguhi luasnya perkebunan surya dan terkadang melihat kereta melintas di dekat perkebunan.
Belum lagi, bagi Anda yang tinggal di perkotaan dan penat dengan suasana kota bisa menikmati matahari terbit dan segarnya udara pagi Garut.
Tempat ini juga menawarkan tempat untuk ngopi atau sarapan di teras kayu sambil menunggu matahari terbit di balik gunung Cihaus.
Pengunjung yang datang ke sini tidak akan lupa untuk berfoto selfie dan mengabadikan momen bersama orang tersayang karena lokasi Instagramnya.
Baca Juga: Deretan Destinasi Wisata di Bandung yang Murah dan Keren: Kok Bisa Ya Ada Tempat Seindah Ini
Dengan pemandangan yang menyejukkan mata ini, Kampung Matahari juga terbuka bagi Anda yang ingin berfoto bersama pasangan sebelum pernikahan.
Biaya field trip bunga matahari hanya 5.000.000 rupiah bagi anda yang masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA. Untuk umum mereka hanya mengeluarkan Rp 10.000 dan untuk kebutuhan prewedding bisa membayar Rp 100.000.
Kampung Matahari tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjual oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Mereka menjual kaos bertema bunga matahari dan bagi yang ingin menanam juga bisa membeli bibit bunga matahari dan pupuk organik cair untuk kebutuhan tanam anda.
Untuk informasi dan detail lebih lanjut, hubungi kami melalui WhatsApp 089601356555. Anda juga bisa mengunjungi Instagram resminya @kampungmatahari.
2. Kebun Mawar Situhapa
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel