SuaraBandungBarat.id - Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, memberikan penjelasan mengenai adanya transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun yang ditemukan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Menurut Mahfud, transaksi yang mencurigakan tersebut berbeda dengan transaksi dari rekening pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Rafael Alun Trisambodo dan keluarganya senilai Rp500 miliar.
Mahfud menjelaskan bahwa ia telah menerima laporan baru pagi itu mengenai temuan tersebut di lingkungan Kementerian Keuangan, yang sebagian besar berada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
Mahfud juga mengungkapkan bahwa ia telah memberikan informasi tersebut kepada Menkeu Sri Mulyani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Mahfud mengatakan bahwa sebelumnya terdapat 69 pegawai Kemenkeu yang memiliki harta yang tidak wajar dengan nilai hanya ratusan miliar rupiah, namun sekarang temuan mencurigakan tersebut mencapai sekitar Rp300 triliun dan harus dilacak.
Saat ini belum ada tanggapan atau keterangan resmi dari Kemenkeu terkait pernyataan Mahfud tersebut.
Berita Terkait
-
KPK Temukan 134 Pegawai Pajak Miliki Saham di 280 Perusahaan, Sebagian Diatasnamakan Istri
-
Siapa Angin Prayitno Aji? inilah Tersangka Suap yang Akui Kenal Rafael Alun
-
Berinisial W, Siapa Anggota Geng Rafael Alun yang Mau Di-spill KPK?
-
Mudahkan Proses Transaksi Pelaku UMKM di Era Digital, Aplikasi Topindoku Kerjasama dengan Dipay
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim