SuaraBandungBarat.id - Dokter dan Pendakwah Zaidul Akbar telah memberikan larangan mengonsumsi sosis, dengan alasan bahwa makanan ini dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Dalam tayangan video Jurus Sehat Rimpang, dokter Zaidul Akbar menjelaskan bahwa sosis adalah makanan yang terbuat dari daging yang telah diolah dengan bahan-bahan aditif sintetik. Akibatnya, sosis akan kehilangan pair elektronnya, sehingga akan menjadi radikal bebas.
Menurut dokter Zaidul Akbar, radikal bebas dalam sosis dapat menyebabkan proses oksidasi dan inflamasi dalam tubuh manusia. Dalam hal ini, oksidasi adalah proses di mana tubuh menghasilkan molekul yang tidak stabil dan dapat merusak sel-sel tubuh. Sedangkan inflamasi adalah respons tubuh terhadap infeksi, iritasi, atau cedera.
Dokter Zaidul Akbar menyarankan untuk tidak mengonsumsi sosis karena di dalam sosis terdapat bahan-bahan seperti tepung, pengawet, dan pelunaknya.
Semakin banyak mengonsumsi sosis, maka semakin banyak juga proses oksidasi dan inflamasi yang terjadi di dalam tubuh manusia. Akibatnya, keluhan-keluhan akan mulai muncul di tubuh manusia seiring berjalannya waktu.
Dalam pandangannya, manusia diciptakan dari saripati tanah, dan segala sesuatu yang diperlukan untuk kesehatan tubuh manusia dapat ditemukan dalam alam.
Ketika manusia mengonsumsi makanan yang tidak alami, seperti sosis, maka keseimbangan dalam tubuh akan terganggu. Elektron yang berpasangan dalam tubuh manusia akan rusak, dan semakin banyak proses oksidasi dalam tubuh manusia, maka semakin banyak juga keluhan dan risiko kesehatan yang muncul.
Dengan demikian, dokter Zaidul Akbar menegaskan bahwa makanan alami yang berasal dari alam sekitar adalah pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam tubuh dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Dalam pandangannya, larangan untuk mengonsumsi sosis adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
Terkini
-
Krisis Pemain Inter Jelang Lawan Lecce: Lautaro Martinez Absen, Chivu Siapkan Skenario Terburuk
-
Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan Naik, Bantah MBG Pangkas Dana Sekolah
-
MCK Kumuh Manggarai Dibenahi, Kini Jadi Fasilitas Sehat dan Canggih
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Jumat 20 Februari 2026, Cek Waktu Sahur Biar Puasa Lancar
-
Arsenal Menang atau Turun dari Puncak Klasemen, Arteta Dibuat Senewen Jelang Lawan Tottenham
-
Geger Potongan Tubuh Manusia di Pantai Kampung Lobster Banyuwangi, Polisi Turun Tangan
-
Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
-
Lewat Surat Edaran, Mendagri Dorong Sinergi Daerah Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
-
Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
-
Viral Alumni LPDP Bangga Anak Bukan WNI, Melaney Ricardo Beri Pesan Menohok