News / Nasional
Kamis, 19 Februari 2026 | 21:41 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menangah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Mendikdasmen menegaskan anggaran pendidikan 2026 naik dan akan mendapat tambahan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
  • Program prioritas seperti revitalisasi sekolah dan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap berjalan dan bahkan diperluas cakupannya.
  • Anggaran juga dialokasikan untuk digitalisasi pendidikan, pelatihan guru, beasiswa kualifikasi, serta pembayaran tunjangan guru PPPK.

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dan tidak terdampak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah bahkan disebut menyiapkan tambahan anggaran melalui skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Mu’ti menegaskan anggaran di kementeriannya tidak mengalami pemotongan, sekaligus membantah anggapan MBG mengurangi belanja pendidikan.

“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan),” kata Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026).

ABT merupakan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang diberikan untuk kebutuhan mendesak.

Mu’ti memaparkan sejumlah program prioritas pendidikan yang tetap berjalan. Pada 2025, Kemendikdasmen memperoleh anggaran Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan, dengan progres pembangunan yang telah mencapai 93 persen.

Untuk 2026, pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp14 triliun dalam APBN untuk revitalisasi lebih dari 11 ribu satuan pendidikan. Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto disebut berencana menambah anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan.

“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan, tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” ujar Mu’ti.

Selain revitalisasi, program digitalisasi pendidikan juga dilanjutkan. Pada tahun sebelumnya, bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) telah disalurkan ke 288.860 satuan pendidikan. Tahun ini, distribusi perangkat pembelajaran digital tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 325 ribu satuan pendidikan.

Baca Juga: UU APBN 2026 Digugat Gegara MBG, Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah

Mu’ti juga memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) tidak mengalami pengurangan. Bahkan, untuk 2026 pemerintah menambah penerima dari jenjang taman kanak-kanak.

“Untuk 2026 ini ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” kata dia.

Di bidang peningkatan kualitas tenaga pendidik, Kemendikdasmen menyiapkan pelatihan guru serta beasiswa bagi guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1. Program tersebut menyasar sekitar 150 ribu guru dengan bantuan Rp3 juta per semester.

Anggaran pendidikan juga digunakan untuk pembayaran tunjangan guru, termasuk bagi guru PPPK yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

“Termasuk guru-guru P3K yang kemarin sempat rame-rame itu. Itu nanti tunjangannya akan kami berikan sesuai dengan pengajuan yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden,” ujar Mu’ti.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sempat meminta penegasan terkait kondisi anggaran pendidikan. Mu’ti menegaskan anggaran mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah (anggaran pendidikan) naik. Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya perhatian Bapak Presiden terhadap pendidikan itu sangat besar, anggarannya masih signifikan,” jawabnya.

Mu’ti menambahkan sekitar 43 juta penerima manfaat MBG merupakan siswa sekolah. Program tersebut dinilai mendukung semangat belajar serta penguatan karakter peserta didik.

Menurutnya, Kemendikdasmen tetap memiliki alokasi besar untuk peningkatan mutu pendidikan dan tidak ada pengurangan dana pemerintah untuk kualitas pendidikan.

“Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Mu’ti.

Load More