SuaraBandungBarat.id - Biodata profil Andhi Pramono: kepala bea cukai Makassar yang viral di Twitter, ternyata segini jumlah harta kekayaannya
Biodata profil Andhi Pramono memang sedang banyak dicari netizen. Pasalnya, pria yang menjabat sebagai kepala bea cukai Makassar sedang viral di Twitter.
Lantas bagaimana Biodata profil Andhi Pramono? simak di sini.
Andhi Pramono, Kepala Bea Cukai Makassar, berasal dari Salatiga, Jawa Tengah dan saat ini berusia 47 tahun.
Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara dan menempuh pendidikan SD hingga SMA di Salatiga sebelum melanjutkan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1997 dengan jurusan Bea Cukai.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta.
Kemudian menjadi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur, Kepala Seksi Penindakan di Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai V di kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai tipe madya Pabean B Palembang.
Menurut laporan LHKPN pada 16 Februari 2022 untuk periode2021, harta kekayaan Andhi Pramono mencapai Rp13,75 miliar.
Harta kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan sebesar Rp6,98 miliar yang tersebar di beberapa daerah seperti Salatiga, Karimun, Batam, Bekasi, Jakarta Pusat, Bogor, Banyuasin, dan Cianjur.
Selain itu, ia memiliki 13 aset transportasi dan mesin berupa 9 unit mobil dan 4 unit motor senilai Rp1,84 miliar.
Jenis mobil yang dimilikinya antara lain Mini Morris Sedan, Fiat Sedan, Toyota Corolla, Honda Brio, Ford Sedan, Chevrolet Sedan, Austin Sedan, dan Toyota Jeep.
Sedangkan untuk motor, ia memiliki Honda Sepeda Motor, Honda Beat, dan 2 Piaggio Vespa.
Andhi juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp706,5 juta, surat berharga senilai Rp2,99 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp1,21 miliar.
Jumlah total harta kekayaannya mencapai Rp13.753.365.726 atau Rp13,75 miliar.
Demikianlah Biodata profil Andhi Pramono.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026