SuaraBandungBarat.id – Sebagian orang mengalami lapar terus menerus walau sudah mengonsumsi lauk pauk dengan semestinya, namun hal ini menjadi masalah apabila seseorang hendak menurunkan berat badannya, terutama ketika berpuasa di bulan Ramadhan.
Dilansir dari kanal YouTube Yulia Baltschun pada Rabu (22/03/2023), Yulia membeberkan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengontrol asupan makan seseorang.
Ia menyebutkan bahwa jam makan pada saat berpuasa tidak berefek besar dalam penurunan berat badan atau pengurangan kadar lemak tubuh seseorang.
Akibatnya, berat badan seseorang bisa bertambah walaupun berpuasa.
Salah satu tips adalah dengan mengonsumsi cuka alami dalam kondisi perut kosong.
Konsumsi asam asetat dari cuka alami saat perut kosong dapat dilakukan saat berbuka puasa sebelum mengonsumsi makanan berat maupun sebelum makan sahur.
Contoh cuka alami seperti sejenis cuka apel dan cuka nanas.
Caranya adalah dengan mencampurkan satu sendok makan cuka alami dengan air lalu diminum menggunakan sedotan agar gigi tidak keropos.
Asam asetat yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengontrol lonjakan gula darah.
Berdasarkan salah satu literatur, jika seseorang langsung mengonsumsi brownies makan akan terjadi lonjakan gula darah ±60 mg/dL gula darah di atas gula darah puasanya.
Sedangkan pada seseorang yang mengonsumsi 1 sendok teh cuka apel sebelum memakan brownies, maka lonjakan gula darahnya hanya ±28 mg/dL gula darah di atas gula darah puasanya.
Lonjakan gula darah atau lonjakan insulin tidak secara otomatis menaikkan berat badan atau kadar lemak.
Namun bila lonjakan ekstrem dari gula darah tersebut terjadi berkali-kali, maka seseorang akan susah mengontrol nafsu makan.
Akibatnya, seseorang terus menerus merasa lapar walau sudah makan sahur atau berbuka puasa.
”Kita tuh jadi gak paham, kenapa kita udah makan kok laper lagi, laper lagi, laper lagi..,” paparnya.(*)
Sumber: YouTube Yulia Baltschun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi