SuaraBandungBarat.id- Pemkab Bandung Barat mulai menggencarkan kegiatan operasi pasar murah (OPM) di bulan ramadhan 1444 hijriyah.
Kegiatan operasi pasar murah yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang kurang mampu tersebut diawali di Kecamatan Cipeundeuy.
Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 28 ribu paket sembako didistribusikan di sembilan titik pasar milik di Kabupaten Bandung Barat.
"Untuk Cipeundeuy telah disediakan sekitar 3.580 paket sembako yang akan disebar ke 12 desa," katanya, Sabtu (26/3/2023).
Ia menambahkan, paket sembako murah tersebut terdiri dari beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 2 liter. Jika dengan harga normal Rp. 115.000/paket.
"Namun untuk kegiatan OPM ini Pemda memberikan subsidi sebesar Rp. 43.500/paket, sehingga setiap paket sembako kini dibanderol Rp. 71.500 saja," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, akibat tingginya permintaan sembako pada bulan ramadhan memang berdampak naiknya harga sembako di pasaran.
"Dengan adanya OPM ini dapat meringankan beban masyarakat akibat kenaikan berbagai kebutuhan pokok yang terjadi akibat tingginya permintaan diaetiap bulan ramadhan," katanya.
Ia pun berharap, upaya Pemkab Bandung Barat dalam memberikan subsidi untuk sembako murah tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh masyarakat Bandung Barat.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Kualifikasi EURO 2024: Inggris vs Ukraina hingga Luksemburg vs Portugal
"Saya berharap pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat ketika harga sembako naik selama ramadhan ini, sehingga akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tandasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026