- Ben Stom, pemain kelahiran Malang tahun 1886 dengan darah Bali, pernah memperkuat Timnas Belanda.
- Ia kembali ke Hindia Belanda sebagai perwira KNIL dan aktif berkontribusi mengembangkan sepak bola kolonial.
- Stom meninggal dunia di Den Haag pada tahun 1965 setelah menjalani karier militer dan penerbangan.
Suara.com - Timnas Indonesia beberapa tahun ke belakang banyak dihuni oleh pemain yang memiliki latar belakang Belanda.
Pemain keturunan Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Belanda sekarang jadi pilar tim Merah Putih.
Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On hingga Ragnar Oratmangoen merupakan pemain naturalisasi yang erat kaitannya dengan jejak sejarah Indonesia di era kolonial.
Yang menarik, hal berbeda justru dilakukan sejumlah pemain di era kolonial dulu.
Tercatat ada sejumlah pemain yang lahir di Indonesia, bahkan memiliki orang tua asli Indonesia lebih memilih untuk membela tim nasional Belanda.
Salah satu pemain itu ialah Ben Stom. Bertus Stom lahir di Malang saat Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda.
Dari catatan Voetbalstats.nl, Ben lahir pada 13 Oktober 1886. Ia menjadi salah satu pemain tim Orange dengan latar belakang Indonesia yang unik.
Ayahnya seorang tentara KNIL asal Belanda, sementara ibunya berasal dari Bali.
Dinukil dari Anjani.id, ibu dari Ben bernama Kamina, kabarnya seorang penari Bali.
Baca Juga: Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan
Sedangkan ayahnya, Christiaan Willem Henry, memiliki jabatan Kapten di KNIL.
Sejak muda, Stom pindah ke Belanda dan tumbuh di Apeldoorn sebelum menempuh pendidikan militer di Alkmaar dan Breda.
Karier sepak bolanya dimulai sebagai bek bersama CVV Velocitas di Breda, lalu berlanjut ke HFC Haarlem.
Antara 1905 hingga 1908, ia mencatatkan sembilan caps bersama Timnas Belanda.
Namun, Stom juga mencatat sejarah dengan cara yang tak biasa. Ia menjadi pemain pertama Timnas Belanda yang mencetak gol bunuh diri dalam laga internasional perdana melawan Belgia.
Pada 1908, Stom kembali ke Hindia Belanda sebagai perwira KNIL dengan pangkat letnan dua.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan
-
Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Bongkar Skuat Mewah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Balas Kegagalan Piala AFF
-
Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan
-
Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35