/
Rabu, 29 Maret 2023 | 17:52 WIB
Ilustrasi, penyebab bangkrutnya pahala puasa Ramadhan. (Meruyert Gonullu dari Pexels)

SuaraBandungBarat.id – Ustadz Adi Hidayat membahas mengenai Kitab Shahih Al-Bukhari yang berjudul Al Jami’ Ash Shahih Al Musnad min Haditsi Rasulillah shallallahu ‘alaihi wassalam wa Sunanihi wa Ayyamihi.
 
Kitab tersebut merupakan kitab komprehensif terkait dengan Nabi Muhammad SAW yang memuat kegiatan Nabi SAW beserta sunnah-sunnahnya.
 
Dilansir dari kanal YouTube Adi Hidayat Official pada Rabu (29/03/2023), Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, ”Kalau kita menunaikan puasa dengan benar, itu maka puasa itu berpotensi bisa memberikan manfaat kepada kita, menghapuskan, menggugurkan dosa-dosa kecil yang telah kita tunaikan,”
 
Seorang Muslim perlu menunaikan ibadah puasa dengan benar sembari diiringi hati yang tulus dan introspeksi diri.
 
Jikalau dalam fase introspeksi diri seseorang menyadari dosa-dosa besar yang pernah diperbuat terkait dengan hak Allah, maka sebaiknya memohon ampun kepada Allah.
 
Seandainya terkait dengan hak manusia di sekitar seperti hutang piutang atau perbuatan zalim sesama manusia, segera mintakan maaf secara spesifik kepada yang bersangkutan.
 
“Datangi orangnya secara langsung kemudian jelaskan dan minta maaf sehingga gugur dosa kita,” terangnya.
 
Nabi SAW menyampaikan mengenai muflis atau orang yang bangkrut dalam konteks pahala di akhirat kelak.
 
“Orang yang menderita bangkrut berat dari umatku adalah orang yang dibangkitkan di hari kemudian dengan membanggakan amal ibadahnya yang banyak, ia datang dengan membawa pahala shalatnya yang begitu besar, pahala puasa, pahala zakat, sedekah, amal dan sebagainya. Tetapi kemudian datang pula menyertai orang itu, orang yang dulu pernah dicaci maki, pernah dituduh berbuat jahat, orang yang hartanya pernah dimakan olehnya, orang yang pernah ditumpahkan darahnya. Semua mereka yang dianiaya orang tersebut, dibagikan amal-amal kebaikannya, sehingga amal kebaikannya habis. Setelah amal kebaikannya habis, maka diambillah dosa dan kesalahan dari orang-orang yang pernah dianiaya, kemudian dilemparkan kepadanya kemudian dicampakkannya orang itu  ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 2581).
 
Pada hari kiamat, seluruh amal baik dan buruk manusia ditimbang untuk menerima keadilan.
 
Kebaikan seseorang akan diambil untuk menutupi keburukannya, seperti mencela seseorang.
 
Sebelum ia meminta maaf, maka dosanya akan terbawa sampai ke akhirat, pahala puasa dan sholatnya akan diambil untuk menutupi dosa tersebut.
 
Kalau habis kebaikan-kebaikannya dan hanya tersisa satu keburukan, maka akan ditimpakan kepadanya sehingga ia masuk ke neraka, ia bangkrut akibat tidak ada lagi amal yang tersisa untuk menutupi dosa.(*)
 
Sumber: YouTube Adi Hidayat Official

Load More