Seperti ungkapan Ali bin Abi Thlib, “Kesabaran dalam keimanan sama seperti kepala dalam tubuh kita.”
Kita tidak bisa hidup tanpa kesabaran, sama seperti tubuh kita tidak bisa hidup tanpa kepala. Dan begitu juga dengan iman kita, tidak akan bertahan tanpa kesabaran.
Mencapai surga sangatlah sulit, karena perintah Allah Subhnahu wa Ta’la seringkali bertentangan dengan keinginan kita dan larangan-Nya seringkali berhubungan dengan keinginan kita.
Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan kesabaran untuk mematuhi segala perintah dan larangan Allah Subhnahu wa Ta’la.
Saudara-saudari seiman, perlu kita ingat bahwa pahala puasa di bulan Ramadhn adalah tanpa batas.
Meskipun amalan lain bisa dihitung hingga 10 hingga 700 kali lipat, namun pahala puasa karena keterkaitannya dengan kesabaran tidak dapat dihitung dengan angka. Itulah sebabnya bulan Ramadhn sangat penting bagi kita untuk menumbuhkan kesabaran.
Di bulan Ramadhn ini, kesabaran kita akan teruji dalam berpuasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, berbuat baik, serta menahan diri dari perbuatan yang dapat merusak puasa kita.
Dengan begitu, kita berharap kesabaran kita semakin meningkat dan menjadi tak terbatas. Kita harus terus sabar dalam keimanan dan takwa sampai ajal menjemput kita.
Semoga Allah Subhnahu wa Ta’la memberi kita kekuatan dalam bulan Ramadhn ini, sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang sabar dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Semoga kita selalu sabar dalam ketaatan kepada Allah Subhnahu wa Ta’la serta meninggalkan perilaku maksiat.
Baca Juga: Peserta Adu Kepiawaian Berseni di Secangkir Kopi, Kompetisi BLAC di Bali Berlangsung Meriah
Amin ya Rabbal ‘Alamin
Demikianlah kultum singkat yang dapat saya sampaika. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Ditutup saa dengan doa.
Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026