SuaraBandungBarat.id- Belasan ribu rumah di Kabupaten Bandung Barat masuk kategori rumah tidak layak huni (Rutilahu). Pasalnya, perbaikan yang dilakukan Pemkab Bandung Barat dilakukan bertahap akibat terkendala anggaran.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), KBB, Ade Zakir mengatakan, sejauh ini setidaknya ada 17 ribu rutilahu yang ada di Kabupaten Bandung Barat yang harus ditangani oleh pemerintah daerah.
"Di KBB masih ada sekitar kurang lebih 17.000 Rutilahu yang harus ditangani, namun karena anggarannya terbatas maka target sasaran perbaikan dilakukan bertahap," katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini belasan ribu rumah tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat terutama di kawasan padat penduduk.
"Seperti di Kecamatan Lembang yang penduduknya relatif padat. Kemudian di Kecamatan Cihampelas dan beberapa kecamatan di kawasan perkotaan," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2023 ini Pemkab Bandung Barat sebanyak 290 rutilahu ditargetkan diperbaiki dengan menggunakan APBD tahun 2023.
"Anggaran perbaikan untuk satu unit Rutilahu adalah sebesar Rp15 juta dan diserahkan dalam bentuk material bangunan. Pada pelaksanannya pun akan diawasi agar bantuan tepat sasaran," katanya.
"Semua Rutilahu di 16 kecamatan tersasar program ini, cuma jumlahnya per kecamatan bervariasi tidak sama kuotanya. Kami juga melakukan verifikasi lapangan dan memprioritaskan bagi rumah yang kondisinya parah," imbuhnya.
Ia menyebut, perbaikan rutilahu tersebut tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD KBB saja melainkan dari Provinsi dan juga pemerintah pusat.
Baca Juga: Rekam Jejak Dito Ariotedjo Menpora Baru Pengganti Zainudin Amali, Jadi Menteri Termuda
"Jika ditotalkan antara program yang dari kabupaten, provinsi, dan pusat, ada kemungkinan lebih dari 500 Rutilahu bisa tertangani tahun ini," katanya.
Ia berharap, dengan tempat tinggal yang layak, secara otomatis kesehatan masyarakat jadi lebih terjaga, karena kondisi rumah yang baik, juga bisa membuat penghuninya merasa nyaman.
"Bisa nyaman untuk belajar, untuk berkumpul dengan keluarga dan tentunya bisa membuat pikiran jadi lebih semangat untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup keluarga," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Fun Walk Meriahkan Milad 4 Windu Nurul Fikri, Satukan 700 Peserta dalam Semangat Kebersamaan
-
Mengenal Tiga Sumber Dana BPJS Kesehatan, Ada Dua Sumber Selain Iuran
-
DIY Jadi Pilot Project Nasional, Lumbung Mataraman Terintegrasi Topang Program Makan Bergizi Gratis
-
Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif
-
Ketika Kapas Kotor Menjadi Bukti Kejujuran Produk Pembersih Wajah di Mata Gen Z
-
Cha Ga Won Terlilit Utang, EXO CBX dan The Boyz Akan Hadapi Resiko Buruk?
-
Cetak 2 Gol Beruntun, Tristan Gooijer Masuk Radar John Herdman untuk Bela Timnas Indonesia?
-
Pede Produksi Surplus, Pemerintah Bakal Stop Impor Solar Tahun Ini
-
Advokasi Gender dalam Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam
-
Jadwal WFA dan Promo Transportasi Umum Ramadan 2026/1447 Hijriah