SuaraBandungBarat.id - Dr. Boyke merupakan seorang ahli seksolog yang cukup terkenal di Indonesia, mungkin beberapa orang punya rasa penasaran alasan dia ingin menjadi seorang dokter. Berikut cerita awal mula dr. Boyke memilih menjadi seorang dokter.
Boyke mengungkapkan bahwa pada awalnya ingin menjadi seorang dokter kandungan, karena pernah melihat ibunya mengalami pendaharan yang hebat ketika mengandung anak yang keempat sampai keguguran.
" Dari dulu ingin jadi dokter kandungan, karena waktu ibu saya melahirkan anak ke empat itu keguguran. Jadi ketika pembantu di rumah masuk kamar, ibu saya udah penuh darah karena keguguran dan udah mulai ngga sadar karena darahnya terus menerus keluar, " jelas dr. Boyke dikutip BandungBarat.suara.com dalam channel Youtube Vindes, Senin, (17/04/2023).
Ketika melihat ibunya yang mengalami pendaharan, ia pun bergegas untuk mengetuk pintu tetangga yang mempunyai mobil agar segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat. Diketahui, ayah dari dr. Boyke merupakan seorang Tentara Nasional Indonesia.
" Saya yang masih umur tujuh tahun teriak-teriak, gedor-gedor tetangga yang punya mobil untuk dianter ke rumah sakit. Ketika saya melihat ibu yang sudah pingsan karena keluar darah banyak, waktu itu saya dipeluk oleh salah satu dokter. Dari situ saya ingin menjadi dokter, " tuturnya.
Setelah kejadian tersebut, dr. Boyke mempunyai cita-cita untuk bisa menjadi seorang dokter yang memiliki tugas tidak hanya di Rumah Sakit, tetapi dilingkungan luar sekalipun.
" Bagaimana seorang dokter umum tapi dia bisa menghibur, nyanyi dengan orang-orang, dengan anak kecil dia deket, menghibur pasien-pasien kanker, dia bisa memotivasi orang yang mau bunuh di*i. Jadi dokter itu ngga cuman kerja di rumah sakit aja, tapi dilingkungan pun bisa berbuat seperti itu. Nah, saya cita-citanya pengen bisa jadi dokter seperti itu. " tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026