/
Jum'at, 28 April 2023 | 21:02 WIB
Cek fakta Venna Melinda cabut laporannya terhadap Ferry Irawan karena merasa kesepian. (Tangkap layar Youtube SELEB TV)

SuaraBandungBarat.id - Bermula dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Ferry Irawan terhadap Venna Melinda, kasus mereka terus berlanjut.

Pasangan suami istri ini memang tak hentinya jadi sorotan publik terkait kasus-kasus yang menimpa mereka.

Sebelum kasus KDRT ini dialami mereka, rumah tangga Venna Melinda dan Ferry Irawan juga menjadi sorotan warganet.

Namun dulu mereka menjadi pusat perhaitan karena kemesraaan dan keharmonisan rumah tangga yang kerap ditunjukkan di depan publik.

Hingga akhirnya kasus KDRT menimpa mereka dan perbincangan publik pun menyoroti hal negatif dalam rumah tangganya.

Di balik kasus yang dijalani mereka, baru-baru ini muncul video yang mengklaim bahwa Venna Melinda akan mencabut laporannya karena merasa kesepian.

Informasi tersebut diunggah oleh pemilik kanal Youtube SELEB TV dalam sebuah video berjudul 'MAAFKAN FERRY IRAWAN!! VENNA MELINDA INGIN CABUT LAPORAN...'.

Bahkan dalam thumbnail video tersebut tertulis keterangan 'MERASAKAN KESEPIAN, VENNA MELINDA BERENCANA CABUT LAPORAN FERRY IRAWAN'.

Tidak hanya itu, foto dalam thumbnailnya juga memperlihatkan Vena Melinda yang sedang berbicara dengan Ferry Irawan.

Baca Juga: Sinopsis The Roundup: No Way Out, Aksi Ma Dong Seok Jadi Seorang Detektif

Namun setelah ditonton, dalam video tersebut tidak ada informasi dan bukti yang akurat tentang kebenaran bahwa Venna Melinda cabut laporannya terhadap Ferry Irawan karena merasa kesepian.

Dengan demikian, video tersebut dapat dikategorikan ke dalam informasi bohong atau hoaks alias tidak benar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandungbarat.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.(*)

Load More