SuaraBandungBarat.id – Fetish merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan seksual berupa respon seksual yang intens akan benda mati.
Istilah fetish muncul beberapa tahun belakangan, maka dari itu terdapat beberapa kekeliruan pemahaman mengenai fetish di tengah masyarakat.
Berikut 5 fakta mengenai fetish yang harus kamu tahu berdasarkan penuturan psikolog.
1. Fetish adalah gairah seksual yang melibatkan benda mati, seperti sepatu hak tinggi, celana dalam, atau fokus pada anggota tubuh lainnya seperti kaki atau rambut.
2. Fetish tidak sama dengan BDSM (Bondage and Discipline, Dominance and Submission, Sadism and Masochism) atau masokisme.
Aktivitas BDSM dilakukan dengan melibatkan peran akan ketimpangan kekuasaan, BDSM fokus pada aktivitas hubungan badan seperti mengikat dan mendominasi pasangan, jadi kurang tepat jika ada seseorang yang berkata bahwa fetish-nya berupa BDSM.
3. Tidak semua fetish merupakan sejenis gangguan atau penyakit.
Ada orang-orang yang memiliki fetish ringan, misalnya ketika ia melihat pasangan mengenakan sepatu hak tinggi justru membuatnya semakin bersemangat dan terangsang, namun bila tidak ada pun tidak menjadi masalah.
“Yang udah perlu konsultasi ke psikolog itu yang kalau fetish-nya udah jadi keharusan, udah gantiin relasi sama pasangan,” ucap Inez Krisanti, seorang Psikolog Klinis, dilansir dari akun Tiktok @inezkrisanti pada Senin (1/5/2023).
Baca Juga: Tambah Kekuatan Lini Tengah, PSS Sleman Resmi Datangkan Wahyudi Hamisi
Misalnya, ia sudah tidak lagi peduli untuk berhubungan dengan pasangannya, hanya mau masturbasi dengan memakai celana dalam perempuan saja, dan mengganggu fungsi seksualnya sehari-hari.
4. Orang yang memiliki fetish tidak sama dengan penjahat kelamin.
Tidak semua orang yang memiliki fetish akan bertindak secara semena-mena dan berbuat hal-hal yang mengganggu orang-orang di sekitarnya, ada orang dengan fetish yang dipraktikkan sewajarnya dengan pasangan konsensual, hal tersebut tidak akan menjadi masalah.
”Tapi jangan pernah melibatkan orang ke dalam fetish kamu tanpa persetujuan mereka,” kata Inez Krisanti.
5. Boleh untuk coba mengajukan fetish ke pasangan, dengan catatan tidak boleh memberi paksaan.
Jika seseorang sudah cenderung memaksa dan memiliki keharusan untuk dituruti, maka perlu untuk berkonsultasi dengan psikolog.(*)
Sumber: Tiktok Inez Krisanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo