/
Rabu, 03 Mei 2023 | 20:49 WIB
Ilustrasi edukasi seksual pada anak berusia 0-2 tahun mengenai organ tubuh privat (Pexels Valeria Botneva)

SuaraBandungBarat.id – Pemahaman mengenai topik seksualitas perlu diajarkan sejak dini dengan tujuan untuk menjaga anak dan juga mencegah anak untuk berbuat tindakan yang melanggar norma masyarakat, maka dari itu perlu diberi edukasi seksual sejak anak berusia 0 tahun dan diberikan secara bertahap sesuai dengan usia.

Menurut Psikolog Klinis, Inez Kristanti, berikut cara memberi pendidikan seksual untuk anak dengan prinsip LOVE sesuai dengan perkembangan usia.

L - Labeli anggota tubuh anak dengan nama yang tepat pada anak berusia 0-2 tahun.

Beri label pada anggota tubuh terutama organ seksual dengan nama yang sesuai, bagi anak laki-laki labeli dengan ’penis’ bukan ’burung’, sedangkan bagi anak perempuan labeli dengan ’vulva’.

O - Organ privat, perlu dikenalkan pada anak berusia 3-5 tahun.

Beri pemahaman pada anak bahwa terdapat beberapa area tubuh privasi yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh sembarang orang.

Kemudian jika anak bertanya, “Adik bayi datangnya dari mana Ma/Pa?” maka jawab secara sederhana, “Adik bayi berkembang di dalam bagian dari tubuh Mama, namanya rahim,”

”Jangan bohong bilang adiknya dibeli atau nemu di jalan atau dibuat dari tepung ya,” kata Inez Kristanti.

V - Vulva and penis care (merawat vulva dan penis) pada anak berusia 6-8 tahun.

Baca Juga: SEA Games 2023: Indra Sjafri Pastikan Timnas Indonesia U-22 Siap Tempur Hadapi Myanmar

Lalu, biasanya anak pada usia ini akan bertanya pada orang dewasa di sekitarnya, “Adik dibuatnya gimana?” orangtua tidak perlu panik atau langsung mengalihkan topik percakapan, namun ketika anak menanyakan pertanyaan demikian, artinya ia mulai kritis terhadap diri dan sekitarnya, pertanyaan ini dapat dijawab dengan kalimat “Untuk membuat adik bayi, sperma (benih) dari ayah dan sel telur ibu bertemu,”

E - Ekspektasi/persiapan untuk menjalani masa pubertas, perubahan yang terjadi pada tubuh anak, dan mimpi basah pada anak usia 9-12 tahun.

”Ciptakan tempat yang aman untuk anak belajar dan bertanya, jangan dimarahin atau di-judge (dihakimi),” tulis Inez Kristanti, dilansir dari akun Tiktok @inezkristanti pada Selasa (2/5/2023).(*)

Load More