/
Minggu, 07 Mei 2023 | 14:31 WIB
Ilustrasi: Sejumlah pelajar SD di Bandung Barat tengah melaksanakan pembelajaran (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan rehabilitasi ruang kelas di wilayahnya secara bertahap dan berkelanjutan baik jenjang SD maupun SMP.

Sekretaris Dinas Pendidikan KBB, Rustiyana mengatakan, sejak tahun 2021 hingga 2023 setidaknya ratusan ruang kelas baik jenjang SD maupun SMP yang terus dilakukan perbaikan.

"Untuk tingkat kerusakan ruang kelas SD dan SMP sudah dapat diperbaiki, di tahun 2021 sebanyak 127 ruang kelas terdiri dari  SD sebanyak 59 ruangan dan SMP sebanyak 68 ruang kelas," katanya, Minggu (7/5/2023).

Ia menambahkan, pada tahun 2022 pihaknya juga melakukan rehabilitasi ruang kelas untuk jenjang SD sebanyak 154 ruang dan SMP sebanyak 105 ruangan dengan total 259 ruang kelas.

"Kemudian pada tahun 2023, ada 556 ruang kelas yang akan direhab karena sudah masuk DPA dengan rincian, untuk perbaikan ruang kelas SD sebanyak 389 ruang dan jenjang SMP sebanyak 167 ruang," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2024 mendatang perbaikan ruang kelas rusak bakal diantisipasi baik dari APBD dan APBN yang dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi untuk seluruh sekolah SD dan SMP.

"Itu dilakukan dalam pengajuan melalui validasi data Dapodik untuk sarana dan prasarana, dengan harapan anggaran DAK fisik tahun 2024 agar lebih Maksimal," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih menuturkan, pihaknya bakal mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak.

"Kita ajukan untuk bantuan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2024. Mudah-mudahan saja bisa direalisasikan," katanya.

Baca Juga: Amanda Manopo Tegur Kakaknya Agar Tak Marah-marah Saat Live Instagram, Sindir Putri Anne?

Ia menilai, untuk mendapatkan DAK ini dirinya pun mengingatkan kepada pihak sekolah untuk menginput data riil dan juga membuat analisis tingkat kerusakan.

"Di Dapodik data  harus dibuat se-riil mungkin. Dengan begitu, sekolah dalam menginput data kerusakan sesuai data riil. Jangan ada yang sampai ditutupi," ujarnya.

Asep Dendih menegaskan, perbaikan ruang kelas itu tidak bisa sekaligus, tapi berdasarkan skala prioritas dengan melihat tingkat kerusakannya. 

"Setiap tahun selalu terjadi peningkatan jumlah ruang kelas yang diperbaiki. Bahkan, dalam kurun waktu tahun 2021-2022 sudah ada 386 ruang yang direhab ditambah dengan tahun 2023 ini sebanyak 556 ruangan. Jadi, dalam kurun waktu tiga tahun ada 942 ruang kelas yang direhab " tandasnya. (*)

Load More