SuaraBandungBarat.id- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan rehabilitasi ruang kelas di wilayahnya secara bertahap dan berkelanjutan baik jenjang SD maupun SMP.
Sekretaris Dinas Pendidikan KBB, Rustiyana mengatakan, sejak tahun 2021 hingga 2023 setidaknya ratusan ruang kelas baik jenjang SD maupun SMP yang terus dilakukan perbaikan.
"Untuk tingkat kerusakan ruang kelas SD dan SMP sudah dapat diperbaiki, di tahun 2021 sebanyak 127 ruang kelas terdiri dari SD sebanyak 59 ruangan dan SMP sebanyak 68 ruang kelas," katanya, Minggu (7/5/2023).
Ia menambahkan, pada tahun 2022 pihaknya juga melakukan rehabilitasi ruang kelas untuk jenjang SD sebanyak 154 ruang dan SMP sebanyak 105 ruangan dengan total 259 ruang kelas.
"Kemudian pada tahun 2023, ada 556 ruang kelas yang akan direhab karena sudah masuk DPA dengan rincian, untuk perbaikan ruang kelas SD sebanyak 389 ruang dan jenjang SMP sebanyak 167 ruang," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2024 mendatang perbaikan ruang kelas rusak bakal diantisipasi baik dari APBD dan APBN yang dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi untuk seluruh sekolah SD dan SMP.
"Itu dilakukan dalam pengajuan melalui validasi data Dapodik untuk sarana dan prasarana, dengan harapan anggaran DAK fisik tahun 2024 agar lebih Maksimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih menuturkan, pihaknya bakal mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak.
"Kita ajukan untuk bantuan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2024. Mudah-mudahan saja bisa direalisasikan," katanya.
Baca Juga: Amanda Manopo Tegur Kakaknya Agar Tak Marah-marah Saat Live Instagram, Sindir Putri Anne?
Ia menilai, untuk mendapatkan DAK ini dirinya pun mengingatkan kepada pihak sekolah untuk menginput data riil dan juga membuat analisis tingkat kerusakan.
"Di Dapodik data harus dibuat se-riil mungkin. Dengan begitu, sekolah dalam menginput data kerusakan sesuai data riil. Jangan ada yang sampai ditutupi," ujarnya.
Asep Dendih menegaskan, perbaikan ruang kelas itu tidak bisa sekaligus, tapi berdasarkan skala prioritas dengan melihat tingkat kerusakannya.
"Setiap tahun selalu terjadi peningkatan jumlah ruang kelas yang diperbaiki. Bahkan, dalam kurun waktu tahun 2021-2022 sudah ada 386 ruang yang direhab ditambah dengan tahun 2023 ini sebanyak 556 ruangan. Jadi, dalam kurun waktu tiga tahun ada 942 ruang kelas yang direhab " tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru
-
Real Cewek Manis, Intip 5 Ide Outfit Girly dan Simpel ala Chae SooBin!
-
3 Contoh Teks Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Khidmat dan Penuh Makna
-
Tak Cuma Buat Belanja, Sistem Pembayaran Digital Kini Menyentuh Layanan Publik
-
Apa Itu Skin Tint dan Bedanya dengan Foundation? Ini Penjelasannya
-
Cara Mengatasi Lipstik Meleber Keluar dari Garis Bibir, Makeup Tetap Rapi Seharian
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Contoh Teks MC Jalan Sehat 17 Agustus yang Santai dan Interaktif, Cocok untuk Acara Tingkat RT
-
Alasan Pemprov DKI Jakarta Bongkar JPO Lama di Rasuna Said
-
Keindahan Haji dalam Buku Bergambar Zamzam for Everyone