SuaraBandungBarat.Id – Pada zaman sekarang, banyak sekali orang yang memilih agamanya sebagai tameng untuk menutupi kesalahannya. Namun tak jarang juga, agama seringkali dibuat komedian. Dalam channel Youtube Dr. Richard, Guru Gembul membahas tentang agama yang seringkali dijadikan sebagai komedi.
Menurutnya dirinya sendiri tidak mengetahui, bahwa seseorang sudah menistakan agama atau tidak. Karena agama itu bersifat sakral, spiritual dan subjektif.
Seseorang bisa menilai itu sebagai penistaan agama atau bukan, itu tergantung cara orang tersebut melihatnya.
“Saya kasih contoh yang kemarin langsung aja ya, ada Tiktoker yang dilaporkan penistaan agama. Gara-gara bismillah makan babi gitu kan oke,” Kata Guru Gembul dikutip Selasa, (09/05/2023).
Karena banyak orang yang berargumentasi, bahwa bismillah itu merupakan simbol islam. Namun dengan memakan babi adalah simbol haram dalam islam. Maka hal tersebut disebut sebagai penistaan agama.
“Kenapa dia dianggap sebagai menistakan agama, orang-orang yang melaporkannya mengatakan bahwa, dia ngomong bismillah yang itu artinya adalah simbol-simbol islam. Tapi kemudian dia makan babi, sebagai sesuatu yang diharamkan dalam islam. Itu adalah argumentasinya oke,” tegasnya.
Namun ada yang lebih tidak masuk akal, orang yang mengkorupsi uang dalam pengadaan Al-Quran, malah tidak dianggap sebagai penistaan agama.
“Kemudian di tahun 2017 itu pengadaan Al-Quran, yang dikorupsi oleh pejabat-pejabat di Indonesia. Lalu keluarlah Fatwa MUI atau pernyataan dari orang MUI, pada waktu yang mengatakan bahwa korupsi Al-Quran itu bukan penistaan agama,” tambah Guru Gembul.
Jika dilihat dari penilaian kedua kasus tersebut, agama bisa disebut sebagai standar ganda. Karena agama benar-benar tidak bisa ditakar dalam konteks tersebut.
Baca Juga: Real Madrid vs Manchester City: Peluang Erling Haaland Lampaui Rekor Gol Lionel Messi
“Standar gandanya disitu, kenapa bisa standar ganda itu ya kaya tadi itu. Karena istilah penistaan agama, istilah kita ngejoks agama dan sebagainya. Itu sepenuhnya subjektif karena agama itu bener-bener gak bisa ditakar dalam konteks itu,” tambahnya. (*)
Sumber Berita : Youtube / dr. Richard Lee, MARS
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini
-
Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
Pekerja Tewas di Lereng Gunung Baung: Ketika Pohon yang Ditebang Menimpa Diri Sendiri
-
Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah
-
Bupati Langkat Dulu Kena OTT, Kini Penggantinya Kena Jerat KPK
-
Gol Cristiano Ronaldo saat Portugal Kalahkan Kroasia Akhiri Kutukan 20 Tahun di Piala Dunia
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung