/
Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:00 WIB
Inez Kristanti, seorang psikolog muda yang menjelaskan tentang fetish. Ada lima hal yang perlu dipahami tentang fetish. (Akun instagram @inezkristanti)

SUARA BANDUNG BARAT - Inez Kristanti, sempat membahas tentang fetish. Sebuah gejala yang seringkali dianggap sebagai sebuah kelainan.

Terkadang, orang yang terkena gejala fetish ini dapat merasa tidak nyaman, hingga tak mampu mengatasi sebuah kelainan tersebut. Ini juga yang akan dibahas Inez Kristanti.

Lalu, apa saja hal-hal tentang fetish yang perlu dipahami menurut Inez Kristanti? Apakah sebuah kelainan tersebut dapat disamakan pada kejahatan? 

Sebagaimana dikutip dari akun tiktok Inez Kristanti, inilah lima hal yang harus dipahami tentang fetish, sebuah gejala yang sering dianggap sebagai sebuah kelainan.

1.      Apa Itu Fetish Sebenarnya?

Fetish adalah gairah berhubungan yang melibatkan benda mati. Misalnya, high heels, celana dalam, atau fokus pada anggota tubuh yang bukan organ seksual.

Misalnya kaki atau rambut.

2.      Fetish Tidak Sama seperti BDSM

BDSM, biasanya berfokus pada aktivitas berhubungan. Misalnya diikat-ikat, didominasi. 

Baca Juga: Jadi Tersangka Penyalahgunaan TKD, Kejati DIY Dalami Dugaan Gratifikasi yang Diterima Lurah Caturtunggal

Nah, ini sebenarnya berbeda dan tak seperti fetish. Jadi, ketika ada orang mengatakan, “Fetish aku BDSM”, itu kurang tepat.

3.      Tidak Semua Fetish Itu Gangguan Penyakit

Ternyata, ada orang-orang yang fetishnya ringan. Misalnya, kalau pasangan sedang memakai high heels supaya dia semakin semangat, dan semakin terangsang.

Tapi, kalau tidak ada juga tidak masalah. Yang sudah perlu konsultasi ke psikolog, kalau fetish nya sudah menjadi keharusan.

Misalnya, sudah gantikan relasi dengan pasangan, dia sudah tidak peduli berhubungan lagi dengan pasangannya. Maunya masturbasi memakai celana dalam perempuan saja, dan yang sudah mengganggu keberfungsian seksualnya sehari-hari.

4.      Fetish Tidak Sama seperti Penjahat Kelamin

Tidak semua orang yang memiliki fetish itu akan kurang ajar dan berbuat hal-hal yang mengganggu. Ada juga yang fetishnya dipraktikkan sewajarnya dengan pasangan konsensual.

Tetapi, jangan pernah melibatkan orang kedalam fetish kamu tanpa persetujuan mereka.

5.      Boleh Coba Mengajukan Fetish ke Pasangan

Ternyata, boleh mencoba mengajukan fetish ke pasangan tetapi tidak boleh memaksa. Kalau kita sudah cenderung memaksa dan harus diturutin, mungkin kita yang perlu konsultasike psikolog.

Demikian tentang lima hal yang berkaitan akan fetish menurut Inez Kristanti. (*)

Sumber: Akun Tiktok Inez Kristanti

Load More