SUARA BANDUNG BARAT - Salah satu dampak buruk dari kebiasaan menonton film dewasa ialah memberikan kesan untuk selalu melakukan onani atau masturbasi.
Bahkan, dampak buruk dari film dewasa ini juga tak hanya dibahas oleh para ahli psikologis dan seksolog tetapi juga diperhatikan banyak pihak pemuka agama seperti Buya Yahya.
Banyak hal yang membuat film porno ini menjadi haram atau dilarang untuk ditonton baik dari segi kesehatan atau pun dalam segi syariat karena dampak buruk dan pengaruh negatif bagi mereka yang menontonnya.
Dalam tayangan YouTube Al-Bahjah dengan judul, "Sudah Punya Istri tapi Masih Suka Onani dan Nonton Porno - Buya Yahya Menjawab" sebagaimana kami kutip pada Kamis (1/6/2023).
Ada salah seorang jamaah yang bertanya, "Saya sudah punya istri, namun masih suka nonton video porno dan onani. Ketika istri saya sedang menstruasi, hasrat saya tidak bisa menahan," tuturnya.
Lantas ia bertanya, "Bagaimana cara saya berhenti menonton video porno?," ujarnya lanjut kepada buya Yahya.
Dalam kasus ini, Buya Yahya menjawab bahwa perlu adanya sebuah agenda secara khusus mengenai pendidikan moral untuk menjauhkan diri dari film porno sekaligus dampak negatifnya.
Ia pun memberikan nasihat agar selalu banyak melantunkan istighfar karena menonton film atau gambar-gambar dewasa adalah sebuah kesalahan.
Menurutnya, istighfar yang banyak dapat membersihkan hati. "Karena saat anda bertanya, anda tahu itu salah. Namun karena syahwat anda terlalu kuat dan benteng anda lemah kemudian anda kebobolan sehingga melakukan kehinaan tersebut," jawabnya.
Baca Juga: Tren Bekal Mie Instan Kotak, Ini 5 Inspirasi Menu Bekal Anak Enak dan Unik
Lantas ia juga menyampaikan agar sellau menghadapkan diri kepada Allah agar terhindar dari segala bentuk keburukan perilaku.
Buya Yahya juga menyoroti jika menonton film porno dapat merugikan diri sendiri. Hal ini dikarenakan akan membuat seseorang memasuki alam yang beda, alam khayal dan tidak nyata.
Orang yang menonton film porno akan terbius dan mencari sesuatu di alam nyata padahal ia tahu tidak akan dapat melakukannya.
Untuk itu, orang yang menonton film dewasa tersebut akan membayangkan melakukannya dengan istrinya tetapi ternyata hal tersebut hanyalah sebuah khayalan sehingga menyebabkan ia tidak bersemangat berhubungan seksual bersama istrinya.
Sementara itu, pendidikan dari Alquran ialah mengharuskan untuk selalu menjaga mata dengan tujuan seperti orang berbuka puasa, dengan yang halal dia akan selalu merasa tidak ada tandingannya.
"Tapi, kalau mata sudah dihiasi dengan keharaman, maka yang halal pun terasa tidak enak, tidak indah lagi dan tidak nyaman lagi," tegas Buya Yahya.
Dalam pandangan Buya Yahya seseorang yang sering menonton film porno akan mengumpulkan dari berbagai cerita tersebut ke dalam otaknya kemudian berkeinginan untuk memerankan hal tersebut dengan istrinya.
Namun kenyataannya istrinya tidak dapat melakukan khayalannya tersebut. Buya Yahya lantas mewanti-wanti agar kaum Muslimin menghiraukan fatwa-fatwa picisan dari seseorang bahwa menonton film porno dapat membangkitkan syahwat, padahal hal tersebut adalah keliru. (*)
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Imlek di Tanah Rantau: Harapan Kenji di Tahun Kuda Api dari Kelenteng Fuk Ling Miau Jogja
-
BRI Group Borong 4 Penghargaan Internasional Alpha Southeast Asia, Perkuat Posisi Pemimpin ESG
-
Huawei Band 11 Pro Usung Layar AMOLED Super Cerah dan GPS, Harga Diprediksi Terjangkau
-
Kurang dari 24 Jam, Menkeu Purbaya Dikritik Bahlil dan Trenggono
-
Novel Langit Goryeo: Konflik Cinta dan Keimanan Mualaf Korea di Tanah Asing
-
Statistik Ricky Pratama yang Terseret Dugaan Penganiayaan, Catatan Golnya Mengkhawatirkan
-
BRI Raih 4 Penghargaan Internasional ESG 2025, Perkuat Inklusi Keuangan
-
Potret Keluarga Artis Rayakan Imlek, Sarwendah Tanpa Betrand Peto
-
Sirkus Tradisional dalam Wajah Modern: Keajaiban Kooza yang Tak Terlupakan
-
Prestasi Internasional BRI: 4 Award ESG 2025 dan Rekor Social Bond