- Perayaan Imlek 2577 Kongzili berlangsung di Kelenteng Fuk Ling Miau, Yogyakarta, menampilkan atraksi barongsai dan doa bersama.
- Mahasiswa perantau bernama Kenji merayakan Imlek jauh dari Riau, berharap kelancaran studi dan rezeki pada Tahun Kuda Api.
- Kelenteng Fuk Ling Miau terbuka untuk umum, mengadakan bakti sosial, doa bersama, serta menyambut peningkatan jemaat saat perayaan.
Suara.com - Riuh tabuhan musik pengiring barongsai memecah pagi yang cerah di Kelenteng Fuk Ling Miau, Yogyakarta. Umat datang silih berganti ke rumah ibadah yang terletak di Jalan Brigjen Katamso No. 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta itu. Sebagian menyaksikan atraksi barongsai, sebagian lainnya khusyuk memanjatkan doa menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Di antara ratusan umat yang hadir, Kenji (19) berdiri dengan dupa di tangan. Mahasiswa yang tengah menempuh studi di salah satu perguruan tinggi di Jogja itu merayakan Imlek pertamanya jauh dari kampung halaman.
Ia merantau dari Riau, Sumatera. Biasanya, momen Imlek identik dengan pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga. Namun tahun ini berbeda. Jadwal perkuliahan yang telah berjalan membuatnya tak bisa mudik.
“Bukan asli sini, saya merantau dari Sumatera, Riau,” kata Kenji ditemui di Kelenteng Fuk Ling Miau, Selasa (17/2/2026).
Bagi Kenji, kelenteng bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang budaya bagi masyarakat Tionghoa. Meski memeluk agama Buddha, ia tetap merayakan Imlek sebagai bagian dari identitas etnis dan tradisi keluarga yang telah diwariskan turun-temurun.
Meski datang bersama beberapa teman, Kenji tak menampik ada rasa yang berbeda dalam perayaan kali ini. Biasanya selepas sembahyang, ia bersama keluarga berziarah ke makam leluhur—baik sebelum maupun sesudah Imlek. Tradisi itu terpaksa terlewat tahun ini.
“Merasa kuranglah, pastinya kan ingin kayak Lebaran juga orang kan pengen ketemu [keluarga]. Ini karena enggak dapat libur kuliahnya. Jadi di sini sama teman-teman merayakannya,” ungkapnya.
Harapan di Tahun Kuda Api
Di dalam kelenteng, Kenji mengikuti prosesi sembahyang kepada sejumlah dewa, seperti Thian Kong (Dewa Langit), Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi dan Kemakmuran), serta Cai Shen (Dewa Kekayaan dan Rezeki).
Baca Juga: Makin Seru! 3 Fitur Canggih di Smartphone untuk Abadikan Momen Imlek 2026
Baginya, doa di awal tahun menjadi simbol harapan akan kemudahan rezeki, kesehatan, serta kelancaran studi sebagai mahasiswa perantau.
“Kami berharap semoga tahun ini juga kami lebih dipermudah rezekinya dan dipermudah segala urusannya juga,” ucapnya.
Secara khusus, ia menyelipkan doa agar aktivitas organisasinya di kampus berjalan lancar dan nilai akademiknya membaik. Tahun Kuda Api, menurutnya, menjadi simbol semangat baru untuk menata target dan memperbaiki diri.
“Kalau saya tahun Kuda Api ini ya semoga segala urusan dipermudah juga lah. Ya semoga tahun ini saya dalam organisasi diperlancar juga, dan juga semoga dipermudah rezeki saya juga, dan juga bagi teman-teman dan bagi semua orang juga,” tuturnya.
Kelenteng Terbuka untuk Semua
Sementara itu, Adi Purnomo, salah satu panitia perayaan Imlek di Kelenteng Fuk Ling Miau, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan telah dimulai sejak pertengahan bulan lalu melalui kegiatan bersih-bersih kelenteng bersama komunitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
-
Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone