SuaraBandungBarat.id- Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB terus melakukan upaya pencegahan penyakit terhadap hewan ternak jelang hari raya kurban.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dispernakan KBB, Acep Rohimat mengatakan, pelaksanaan surveilans terhadap ternak merupakan kegiatan yang rutin dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
"Selama ini kita udah jalan surveilans dan monitoring ke lapangan. Kita menyebar temen-temen paramedis dan PPL ke seluruh peternakan yang ada di Bandung Barat dari Lembang sampai ke Rongga," katanya saat dihubungi, Selasa (6/6/2023).
Ia menambahkan, kendati ada hewan yang terpapar virus PMK maupun Lumpy Skin Deseas (LSD) namun penyakit yang terjadi pada hewan ternak tersebut dapat tertangani dengan baik hingga saat ini.
"Ada (hewan terpapar), tapi Alhamdulillah terkendali jadi pada saat ada temuan satu atau dua (kasus) temen-temen di lapangan langsung mengadakan pengobatan," katanya.
"Kalau berdasarkan laporan sudah 18 ternak yang terpapar LSD tapi saat ini sudah pada sehat," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kuantitas hewan kurban yang ada di Kabupaten Bandung Barat diprediksi bakal mengalami kenaikan sebanyak 10 persen jika dibandingkan tahun lalu.
"Kalau pengalaman tahun hewan ternak yang kita periksa itu sekitar 11.664 dan yang dinyatakan layak untuk menjadi hewan kurban itu sebanyak 10.053 ekor," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya pun terus melakukan pengawasan terhadap lalulintas hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Bandung Barat jelang hari raya kurban. Hal tersebut dilakukan guna memastikan hewan kurban tersebut layak konsumsi.
Baca Juga: Kasus EXO-CBX vs SM Entertainment Berlanjut, Netizen Terpecah Jadi 2 Kubu?
"Nah kalau misalkan ada temen-temen yang mau ngirim ke KBB kita mintakan surat masuk ke dan dilampiri dengan hasil lab. Untuk ternak domba dan sapi minimal dia pernah divaksin PMK satu kali," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada saat membeli hewan kurban dan harus dipastikan hewan kurban tersebut telah diperiksa kesehatannya.
"Kalau kami menyarankan ke masyarakat saat membeli hewan kurban belilah di tempat yang sudah kita periksa kesehatan hewan kurbannya termasuk umur hewan tersebut," tandasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?