News / Internasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB
Dokumen yang diduga sebagai catatan bunuh diri milik Jeffrey Epstein akhirnya dipublikasikan ke publik. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Catatan bunuh diri Jeffrey Epstein yang diduga ditulis di penjara Manhattan pada Juli 2019 telah dipublikasikan secara resmi.
  • Dalam tulisan tersebut, Epstein mengeklaim penyelidik tidak menemukan bukti kejahatan serta menyatakan kelegaan dalam memilih waktu kematiannya.
  • Dokumen tersebut diverifikasi setelah ditemukan oleh teman satu selnya terkait insiden percobaan bunuh diri sebelum kematian Epstein.

Suara.com - Dokumen yang diduga sebagai catatan bunuh diri milik Jeffrey Epstein akhirnya dipublikasikan ke publik.

Catatan yang sulit dibaca itu memunculkan kembali kontroversi seputar kematian Epstein pada 2019.

Dalam catatan tersebut, Epstein menulis kalimat yang mengklaim penyelidik tidak menemukan bukti terhadap dirinya.

“Mereka menyelidiki selama berbulan-bulan dan tidak menemukan apa pun!!!” demikian isi tulisan yang dirilis seperti dikutip dari NY Post.

Catatan itu juga memuat kalimat bernada perpisahan.

Dokumen yang diduga sebagai catatan bunuh diri milik Jeffrey Epstein akhirnya dipublikasikan ke publik. [Istimewa]

“Merupakan sebuah kelegaan bisa memilih sendiri waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.” tulis Epstein dalam pesan yang diduga dibuat setelah percobaan bunuh dirinya di sel penjara Manhattan pada Juli 2019.

Saat itu, Epstein gagal mengakhiri hidupnya beberapa hari setelah ditangkap atas kasus perdagangan seks.

Epstein kemudian menuduh teman satu selnya, Nicholas Tartaglione, mencoba mencekiknya.

Menurut laporan, Tartaglione menemukan catatan tersebut dan menyerahkannya kepada pengacaranya sebagai bukti bahwa dirinya tidak berusaha membunuh Epstein.

Baca Juga: Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Catatan itu kemudian diverifikasi sebagai tulisan tangan Epstein.

Sebulan setelah percobaan bunuh diri tersebut, Epstein ditemukan tewas di Metropolitan Correctional Center, New York, pada Agustus 2019.

Kematian itu memicu berbagai teori konspirasi, terutama setelah terungkap kamera pengawas di area sel tidak berfungsi dan petugas penjaga disebut tertidur saat bertugas.

Kasus Epstein juga menjadi sorotan global karena jaringan relasinya yang luas, mulai dari tokoh politik, pebisnis, hingga figur publik ternama.

Nama mantan Presiden AS Bill Clinton dan Presiden AS Donald Trump sempat disebut dalam berbagai laporan terkait lingkaran sosial Epstein.

Beragam spekulasi berkembang bahwa Epstein menggunakan jaringan pergaulan elit dan properti pribadinya untuk melakukan pemerasan terhadap tokoh berpengaruh.

Load More