SUARA BANDUNG BARAT- Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat terus melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak jelang hari raya idul adha.
Berdasarkan data sementara Dispernakan KBB menyebut, setidaknya 11.201 ekor hewan ternak telah dilakukan pemeriksaan.
Dari jumlah tersebut sebanyak 4317 ekor sapi, kerbau 47 ekor, domba 5268 dan kambing 127 ekor dengan total 9.759 ekor dinyatakan sehat dan layak kurban.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh petugas sebanyak 188 ekor sapi, kerbau 4 ekor, domba 1.155 ekor dan 5 kambing dengan total 1.352 ekor dinyatakan masih berusia muda.
Dari total 11.201 hewan ternak yang diperiksa oleh petugas tersebut sebanyak 90 hewan ternak dinyatakan sakit yang terdiri dari sapi 58 ekor dan 32 ekor domba.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dispernakan KBB, Acep Rohimat mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak menemukan hewan yang terindikasi penyakit tertentu.
"Mayoritas hewan ternak yang diperiksa petugas dalam kondisi sehat," katanya saat dihubungi, pada Rabu (28/6/2023).
Ia menambahkan, pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan ternak ke Kabupaten Bandung Barat maupun sebaliknya.
"Surat keterangan sehat wajib disertakan saat masuk ke KBB dan hewan yang masuk semuanya disertai surat tersebut," katanya.
Baca Juga: Persiapan 5 Negara Asia untuk Piala Dunia U-17, Indonesia Tertinggal Jauh?
Lebih lanjut ia mengatakan, pada lebaran idul adha tahun ini sejumlah permintaan terhadap hewan kurban asal KBB mengalami peningkatan.
"Bahkan kemarin ada permintaan hewan kurban ke daerah Tanggerang," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi para peternak di Kabupaten Bandung Barat. Salahsatunya membantu para peternak memastikan hewan ternaknya sehat.
"Kita tentu sangat mendukung para peternak dengan memberikan surat rekomendasi dan surat keterangan sehat," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026