News / Metropolitan
Senin, 11 Mei 2026 | 07:18 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto. (dok. Pemprov DKI Jakarta)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta memperkuat jejaring internasional untuk meningkatkan konektivitas serta inovasi pembangunan menuju kota berkelas dunia.
  • Ekonomi Jakarta mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,56 persen pada awal 2026 di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
  • Pemerintah menargetkan revitalisasi kawasan strategis Rasuna Said rampung sebelum perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta pada Juni 2026.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat langkah transformasi ibu kota menuju kota global. Tak hanya fokus pada pembangunan internal, Jakarta juga memperkuat jejaring internasional dengan berbagai kota dunia untuk meningkatkan konektivitas dan berbagi inovasi pembangunan perkotaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan penguatan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam mendorong Jakarta agar mampu bersaing di tingkat global.

“Penguatan kerja sama internasional dilakukan untuk memperluas konektivitas global dan berbagi inovasi pembangunan kota,” ujar Uus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026), dikutip dari ANTARA.

Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, Jakarta disebut tetap menunjukkan performa yang solid. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada akhir 2025 tercatat sebesar 5,21 persen dan meningkat menjadi 5,56 persen pada awal 2026.

Menurut Uus, capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Jakarta yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

“Ini membuktikan bahwa Jakarta tetap tumbuh, berkembang, dan siap bersaing di tingkat global,” katanya.

Selain memperkuat fondasi ekonomi, Pemprov DKI juga terus melakukan penataan kawasan strategis kota. Salah satu fokus utama saat ini adalah revitalisasi kawasan Jalan HR Rasuna Said yang ditargetkan semakin tertata dan representatif menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026.

Kawasan Rasuna Said dan Kuningan dinilai memiliki posisi penting karena menjadi pusat aktivitas diplomatik, pemerintahan, hingga ekonomi nasional. Di area tersebut berdiri berbagai kantor kedutaan besar, kementerian, pusat perdagangan, dan perkantoran.

“Jakarta harus terus ditata dan dibangun agar benar-benar menjadi kota global yang nyata. Penataan kawasan Rasuna Said dan Kuningan merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah Jakarta yang modern, nyaman, dan membanggakan,” tutur Uus.

Baca Juga: Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Ia juga menekankan bahwa transformasi Jakarta sebagai kota global tidak bisa dilakukan pemerintah semata. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar Jakarta mampu menjadi kota berkelas internasional tanpa meninggalkan identitas budayanya.

“Dukungan seluruh warga Jakarta menjadi kata kunci agar Jakarta dapat menjadi kota kebanggaan berskala internasional, dengan tetap menjunjung budaya Betawi sebagai budaya inti Kota Jakarta,” ucapnya.
 
 
 
 

Load More