SUARA BANDUNG BARAT -Daftar Mata Uang Terendah di Dunia pada Tahun 2023.
Nilai mata uang suatu negara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stabilitas ekonomi, risiko politik, dan inflasi.
Ketika nilai mata uang turun, artinya dibutuhkan lebih banyak mata uang tersebut untuk membeli jumlah barang atau jasa yang sama di negara lain.
Hal ini dapat membuat lebih mahal bagi bisnis untuk mengimpor barang dan jasa, dan juga dapat menyebabkan inflasi.
Berikut ini adalah daftar 10 mata uang terendah di dunia per Juli 2023, berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat:
1. Rial Iran (IRR): 1 IRR = $0,000024
2. Dong Vietnam (VND): 1 VND = $0,000004
3. Leone Sierra Leone (SLL): 1 SLL = $0,000029
4. Kip Laos (LAK): 1 LAK = $0,000022
5. Rupiah Indonesia (IDR): 1 IDR = $0,000007
6. Som Uzbekistan (UZS): 1 UZS = $0,000013
7. Franc Guinea (GNF): 1 GNF = $0,000031
8. Guarani Paraguay (PYG): 1 PYG = $0,000005
9. Shilling Uganda (USH): 1 USH = $0,000004
10. Dinar Irak (IQD): 1 IQD = $0,000008
Perlu dicatat bahwa nilai mata uang dapat berfluktuasi setiap hari, sehingga daftar ini mungkin tidak akurat untuk semua waktu.
Namun, daftar ini memberikan gambaran umum tentang mata uang yang saat ini dianggap sebagai yang terlemah di dunia.
Ada beberapa alasan mengapa mata uang-mata uang ini sangat lemah.
Baca Juga: Sule Unggah Ceramah Ini Usai Aibnya Dibongkar Natalie Holscher: Kita Bela Diri Kadang Nggak Ngaruh
Nilai yang lemah dari mata uang-mata uang ini dapat memiliki sejumlah konsekuensi negatif bagi negara yang menggunakannya. Bagi bisnis, hal ini dapat membuat lebih mahal untuk mengimpor barang dan jasa, yang dapat mengakibatkan kenaikan harga bagi konsumen.
Hal ini juga dapat membuat lebih sulit bagi bisnis untuk mengekspor barang dan jasa mereka, karena mereka akan kurang kompetitif di pasar global.
Bagi individu, mata uang yang lemah dapat membuat lebih sulit untuk menyimpan uang dan dapat menyebabkan penurunan standar hidup. Hal ini juga dapat membuat lebih sulit untuk bepergian ke luar negeri, karena biaya perjalanan akan lebih tinggi.
Nilai yang lemah dari mata uang-mata uang ini adalah masalah yang kompleks tanpa solusi yang mudah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi
-
Bosnia Kejutkan Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Gol Lukic Bungkam Tuan Rumah
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Duo Korsel Memimpin
-
Kiper Nigeria Bikin Kaum Hawa Terpesona! Ini Dia Pemain Paling Tampan di Piala Dunia 2026
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026