SUARA BANDUNG BARAT- Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan berharap para petani zilenial di Kabupaten Bandung Barat dapat mengoptimalkan potensi pertanian yang di wilayahnya.
Ia mengatakan, sebanyak 16 petani zilenial telah dilahirkan Kabupaten Bandung Barat melalui program "Petani Zilenial" oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB.
"Harapan saya semoga ilmunya bermanfaat dan diaplikasikan. Khususnya, untuk memajukan dunia pertanian di KBB," katanya saat ditemui, Jumat (7/7/2023).
Ia menambahkan, generasi Kabupaten Bandung Barat yang telah mengikuti program petani zilenial tersebut bisa memberikan ilmu yang telah diperoleh ke yang lain.
"Selain itu, tentu harus menjadi contoh bagi zilenial yang lain bahwa profesi petani ini bisa sejahtera," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, generasi muda seharusnya tidak takut bertani dengan berbagai risiko yang harus dihadapi. Dengan begitu, potensi ekonomi dari sektor pertanian dapat digali.
"Kalau kita survey tadi, memang tidak banyak anak muda yang berminat menekuni dunia petani dengan berbagai macam rintangan. Misalnya, takut gagal panen, hama dan lain sebagainya," katanya.
"Makanya, tadi saya sampaikan semua pekerjaan ada risikonya, yang penting kita ulet, rajin, bekerja keras. Karena saya rasa potensinya juga luar biasa," katanya.
Ia menegaskan, komoditas pertanian merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, anak muda jangan ragu menjadi seorang petani.
Baca Juga: 5 Zodiak Paling Sering Memikirkan Seks di Mana Pun dan Kapan Pun!
"Makan ini kebutuhan dasar manusia, sehingga potensi ke depannya juga besar dan kalau nanti sukses bisa berinovasi bisa juga membuka lapangan pekerjaan," katanya.
"Kan banyak bidang-bidang yang membutuhkan SDM, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan ditambah potensi ekspor dan lain sebagainya," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026