Suara Bandung Barat - Meski diwarnai banyak penolakan saat pengesahan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan RUU Kesehatan menjadi UU.
RUU Kesehatan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR ke-29 Masa sidang V tahun 2022/2023, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam rapat tersebut juga langsung dipimpin oleh ketua DPR, Puan Maharani yang diwakili oleh Lodewijk F Paulus dan Rahmat Gobel. Sementara itu, Sufmi Dasco dan Muhaimin Iskandar nampak absen.
Meski sudah diputuskan, banyak pihak yang justru menilai jika pengesahan UU tersebut terkesan buru-buru.
Diketahui, omnibuslaw Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan rencananya disahkan menjadi UU dalam rapat paripurna ini.
Sejumlah pihak menganggap terburu-buru karena Pemetaan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) oleh kementerian terkait, yakni Kementerian Kesehatan baru terjadi pada Februari hingga April 2023.
Terlebih, produk hukum yang akan disahkan memuat banyak Undang-Undang yang sudah eksis yakni dengan mencabut 9 UU dan mengubah 4 UU terkait.
Penolakan terhadap pengesahan UU Kesehatan ini pun bertebaran. Salah satunya datang dari Bangsamahardika, melalui akun instagramnya @bangsamahardika.
Dalam postingan yang juga sama-sama ditayangkan di akun instagram @yayasanlbhindonesia disebutkan narasi, "BERITA DUKA DPR SAHKAN RUU KESEHATAN OMNIBUSLAW JADI UU, KESEHATAN & KESELAMATAN RAKYAT JADI BARANG DAGANGAN PENCETAK CUAN BAGI OLIGARKI".
Baca Juga: 5 Fakta Suanarti Pamer Emas 180 Gram Usai Berhaji: Imitasi Senilai 900Ribu
Ditambahkan caption, "Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Berita Duka untuk Kesekian Kalinya.
Cuma Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Indonesia yang bisa mati berkali-kali. Kabar duka kali ini karena DPR mengesahkan RUU Kesehatan Omnibus Law menjadi Undang-Undang.
Siap-siap untuk masyarakat, dampak dari disahkan UU ini akan sama berbahayanya seperti UU CK. Kesehatan, keselamatan dan hidup-matinya rakyat jadi barang dagangan bagi oligarki," tulisnya.
Sontak saja postingan tersebut mendatangkan berbagai reaksi, banyak yang turut mendukung pernyataan bangsamahardika tersebut namun tak sedikit pula yang mempertanyakan substansi kajian penolakannya.
"Poin pentingnya apa jadi biar gak gagal faham?," tanya akun @yan********.
"Apa substansi nya? Apa yang buruk dari sebelumnya? Apa yang buruk dari baru? atau supaya jadi lack of trust saja? Dampak apa yang terjadi dari aturan yang lama? Dampak potensial apa yang terjadi dari aturan yang baru? Bicara hukum atau politik temen-temen lbh? Pencerahan atau apa tendensi postingan ini?" tanya akun lain @rand*******.
Namun, tak sedikit yang malah juga menyambut postingan dari bangsamahardika tersebut.
"Sudah mati-matian ngadepin pandemik, berakhir kayak gak dihargai," ucap akun @nova******.
"Selamat menikmati rezim oligarki kawan-kawan," tutur yang lain @rhan***.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis