SUARABANDUNGBARAT – Peneliti ITB dari lintas Kelompok Keilmuan (KK) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 19 Juni 2023 yang lalu telah adakan kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Kegiatan pengabdian pada masyarakat atau PM yang dilaksanakan peneliti FSRD ITB tersebut bertempat di SMK Miftahul Huda Ciwaringin Kabupaten Cirebon, di mana tujuannya untuk memperkenalkan teknologi baru dalam pembelajaran.
Teknologi baru tersebut bernama Augmented Reality yang diperkenalkan tiga peneliti ITB, di antaranya Ridwan Fauzi, S.Pd, M.H, Banung Grahita, M.Ds, Ph.D, dan Dr. Elsa Silvia Nur Aulia, M.Pd.
Sebelumnya, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusiasme generasi Z dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut lantaran kurangnya inovasi dan pendekatan pembelajaran ‘kekinian’ yang sesuai dengan karakter generasi Z.
Berangkat dari sana, solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan Project Based Learning (PJBL) dengan Video Augmented Reality (AR) 3D Virtual.
Terkhusus di SMK Miftahul Huda Ciwaringin, solusi tersebut tidak hanya untuk membuat antusiasme pembelajaran agar meningkat. Tetapi juga agar para siswanya mampu untuk mengembangkan potensi pariwisata dan seni budaya di Cirebon ke depannya.
Lalu, apa yang dimaksud dengan Project Based Learning dan Augmented Reality? Berikut penjelasannya.
Ridwan Fauzi menjelaskan bahwa PJBL adalah program pembelajaran dengan beriorientasi kepada peserta didik menggunakan projek atau kegiatan.
Sedangkan Augmented Reality merupakan teknologi yang mampu untuk merealisasikan dunia virtual ke dalam dunia nyata, dapat mengubah objek ke dalam bentuk 3D (tiga dimensi).
Baca Juga: Viral Pria Sinjai Nikahi Bule Asal Polandia, Satu Keluarga Hadir di Pesta Pernikahan
Sehingga PJBL dibantu dengan penggunaan Augmented Reality bisa menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan siswa dalam kesulitan belajar karena inovasi pembelajaran yang kurang kekinian.
Selain PJBL dan Augmented Reality, karena berhubungan dengan SMK Pariwisata, maka digunakan juga tiga pendekatan yaitu ecology, energy, dan ecotourism yang bisa menjadi pijakan para siswa dalam memperkenalkan pariwisata dan seni budaya daerahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peneliti ITB menggunakan aplikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan Meta bernama Meta Spark.
Penggunaan Meta Spark tersebut cukup beralasan, pasalnya bisa diintegrasikan dengan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.
Selain sama-sama keluaran Meta, Facebook dan Instagam juga relatif familiar dan banyak digunakan oleh para siswa dan juga guru.
Pada akhirnya, para siswa dapat terbantu dan mendapatkan pengalaman baru serta membuat lebih mudah memahami materi pelajaran, terkhusus dalam hal memperkenalkan potensi pariwisata dan seni budaya di Cirebon.***
Berita Terkait
-
Cara Kerja Pesawat Tanpa Awak yang Sebabkan Mahasiswa ITB Meninggal
-
4 Fakta Mahasiswa ITB Meninggal Saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak, Begini Kronologinya
-
Simak Jadwal Seleksi Mandiri 2023 UI, UGM, Unpad, dan Undip Terbaru!
-
Kapan Seleksi Jalur Mandiri PTN Dibuka? Catat Info 3 Kampus Populer Ini
-
Jadwal Seleksi Mandiri 2023 PTN: UGM, UNY, UNS, UI, ITB, Unnes, ITS, Unpad, Unair, dan UB
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak