SUARABANDUNGBARAT - Dalam episode terbaru Youtube "Lonceng Misteri," muncul sebuah kisah menyeramkan yang dialami oleh seorang security di salah satu rumah sakit di kota Bandung.
Kisah ini membuat bulu kuduk merinding karena menghadapi pengalaman horor yang tak dapat dijelaskan secara rasional. Bagaimana kisah menyeramkan tersebut berlangsung?
Security yang berbagi kisah ini adalah seorang pria bernama Gilang Aditya, yang bekerja sebagai security di rumah sakit tersebut selama hanya empat bulan.
Sebelumnya, ada seorang security lain, Bang Bagas Bandung, yang juga telah pindah karena mengalami pengalaman mengerikan. Bang Bagas kini telah pindah ke Bekasi.
Rumah sakit yang menjadi saksi bisu dari kisah menyeramkan ini adalah salah satu rumah sakit tua di Bandung.
Bangunan ini telah berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, menjadikannya salah satu rumah sakit tertua di kota ini. Di Bandung, terdapat banyak rumah sakit tua, dan rumah sakit ini adalah salah satunya.
Menurut pengakuannya, Gilang Aditya menjalani tugasnya sebagai security dengan dua hari shift pagi dan dua hari shift malam. Dia mengaku bahwa tugas malamnya lebih menakutkan daripada siang hari.
Dia biasanya bertugas di ruangan VIP, bagian belakang dari rumah sakit ini. Namun, dalam pengakuannya, dia hanya bertahan selama empat bulan karena banyak gangguan misterius yang membuatnya ingin mengundurkan diri.
Salah satu pengalaman paling menyeramkan yang dialami oleh Gilang Aditya adalah ketika dia melihat sosok putih dengan bola mata terlepas dari tempatnya.
Baca Juga: Panggon: Kisah Horor Terbaru SimpleMan Part 4
Dia menyaksikan kejadian tersebut di salah satu ruangan di rumah sakit, yang oleh sesama karyawan dikatakan sebagai tempat yang berhantu. Karena ketakutan dan tekanan dari pengalaman-pengalaman aneh lainnya, Gilang Aditya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Kisah menyeramkan lainnya yang dibagikan oleh seorang suster di rumah sakit ini adalah tentang satu ruangan khusus yang dipercayai berhantu.
Katanya, ruangan ini dulu digunakan untuk merawat pasien secara reguler, tetapi karena kejadian tragis dari masa lalu yang terjadi di ruangan itu, kini dikatakan angker dan tidak boleh digunakan.
Menurut kisah yang beredar di kalangan karyawan, ruangan itu dipercaya mengakibatkan kematian bagi setiap pasien yang ditempatkan di sana.
Konon, setiap kali ada pasien yang menghuni ruangan tersebut, dia selalu meninggal dalam waktu singkat. Oleh karena itu, ruangan itu kini tetap tersegel dan tidak boleh diakses oleh siapapun.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas