Suara Bandung Barat - Viral, Selebgram sekaligus tiktokers Indonesia, Oklin Fia mendapat sorotan warganet setelah mengunggah video yang diduga tak senonoh.
Pasalnya, dalam video tersebut ia menjilati es krim yang identik dengan adegan panas 21+.
Banyak warganet pun yang akhirnya menuding jika Oklin Fia telah menistakan agama, karena dalam konten tersebut ia mengenakan jilbab.
Selain itu, warganet pun membandingkan perilaku Oklin Fia dengan Lina Mukherjee yang memakan daging babi sembari membaca lafaz basmalah.
Respon yang datang pun tak hanya dari warganet, sederet public figure pun turut mengomentari perilaku dari Oklin Fia.
Salah satunya datang dari anak Ustaz Jefri Al-Buchory, Abidzar Al Giffari yang dengan keras mengatakan Oklin Fia selebgram berhijab serupa dengan artis film dewasa.
Di sisi lain, perilaku mencari perhatian di media sosial mengutip berbagai sumber dapat menjadi gejala gangguan kepribadian seseorang.
Data dari Psych Central menyebut jika seseorang yang suka mencari perhatian berlebihan merujuk pada gejala gangguan kepribadian histrionik (HPD).
Orang-orang yang terkena gejala ini akan merasa terganggu saat dirinya tidak menjadi perhatian sekelompok orang.
Baca Juga: Gagal Bayar Utang, Nasib Waskita Karya Ditangan Erick Thohir: Opsinya PKPU
Mereka akan selalu ingin dan selalu merasa nyama ketika mendapatkan perhatian dari banyak orang.
Narsisme berlebihan ini akan terlihat dengan melakukan perilaku-perilaku provokatif untuk menarik perhatian orang-orang disekitarnya.
Selain suka menjadi pusat perhatian banyak orang alias narsis, orang-orang yang terkena gangguan kepribadian juga mempunyai ciri-ciri :
1. Tidak suka dnegan situasi ketika ia tak menjadi pusat perhatian;
2. Interaksi dengan orang lain ditandai dengan perilaku menggoda atau provokatif seksual yang tidak pantas;
3. Secara berkelanjuran menggunakan penampilan fisik agar dapat menarik perhatian banyak orang'
4. Menampilkan emosi dan ekspresi yang berubah dengan cepat namun dangkal;
5. Sangat mudah dibujuk dan dipengaruhi orang lain:
6. Memiliki gaya bicara yang terlalu impresionistik dan kurang detail;
7. Menujukan dramatisasi diri, suka bersandiwara dan ekspresi yang terkesan lebay alias berlebihan.
Media sosial, dapat menjadi gerbang awal bagi seseorang untuk mencari perhatian berlebih dari kebanyakan orang, menggunakan gaya provokatif. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan