- Hasan Nasbi membantah makalah usulan program MBG untuk Nobel Perdamaian 2026 merupakan dokumen resmi pemerintah.
- Pemerintah akan menelusuri pihak yang mengunggah makalah dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.
- Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi serta sumber daya manusia.
Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi membantah makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026 merupakan dokumen resmi pemerintah.
Ia menegaskan pihak Istana tidak mengetahui asal-usul makalah yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis tersebut.
Makalah yang beredar di situs papers.ssrn.com itu berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth.
Dokumen tersebut mengulas program MBG sebagai kebijakan yang diklaim mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menanggapi polemik yang muncul, Hasan memastikan makalah tersebut bukan berasal dari pemerintah.
"Kayaknya bukan dari pemerintah itu. Saya rasa enggak ada dari pemerintah, entah siapa itu kita harus cek," ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Hasan mengatakan pemerintah akan menelusuri pihak yang mengunggah makalah tersebut, termasuk alasan pencantuman nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.
Menurutnya, hingga kini belum ada informasi yang menunjukkan dokumen tersebut disusun atau diterbitkan oleh pemerintah.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi