News / Nasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto menikmati hidangan MBG bersama siswa di kelas, Selasa (2/6/2026). (Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Hasan Nasbi membantah makalah usulan program MBG untuk Nobel Perdamaian 2026 merupakan dokumen resmi pemerintah.
  • Pemerintah akan menelusuri pihak yang mengunggah makalah dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.
  • Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi serta sumber daya manusia.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi membantah makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026 merupakan dokumen resmi pemerintah.

Ia menegaskan pihak Istana tidak mengetahui asal-usul makalah yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis tersebut.

Makalah yang beredar di situs papers.ssrn.com itu berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth.

Dokumen tersebut mengulas program MBG sebagai kebijakan yang diklaim mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menanggapi polemik yang muncul, Hasan memastikan makalah tersebut bukan berasal dari pemerintah.

"Kayaknya bukan dari pemerintah itu. Saya rasa enggak ada dari pemerintah, entah siapa itu kita harus cek," ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Hasan mengatakan pemerintah akan menelusuri pihak yang mengunggah makalah tersebut, termasuk alasan pencantuman nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.

Menurutnya, hingga kini belum ada informasi yang menunjukkan dokumen tersebut disusun atau diterbitkan oleh pemerintah.

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Load More