/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 08:44 WIB
Ilustrasi seseorang yang tengah mengajarkan sesuatu. (Freepik)

Suara Bandung Barat - Akibat dari konten provokasi seksualnya, Oklin Fia mendapat hujatan dan banjir cacian di media sosial.

Tak sedikit, yang mempertanyakan apakah perilaku Oklin Fia, selebgram sekaligus tiktokers seksi Indonesia ini masuk dalam kategori penistaan agama.

Terlebih, sebelumnya Lina Mukherjee dikenai pasal penistaan agama setelah mengunggah video makan daging dengan mengucap lafaz bismillah.

Hal ini misalnya viral di media sosial TikTok oleh akun bernama @eithaads97 yang langsung mendapat tanggan dari ribuan komentar warganet.

Banyak warganet yang merasa risih dan resah serta mempertanyakan apakah perilaku Oklin Fia dapat masuk ke dalam perilaku penistaan agama.

"Please banget harus di proses (emot nangis)" tutur salah satu akun pengguna TikTok.

Di sisi lain, banyak pula warganet yang berkomentar jika Oklin Fia hanya makan es krim. Meskipun, ditimpali oleh warganet lainnya.

Tak sedikit juga yang kemudian justru malah menghujat dan memaki Oklin Fia dengan dalih sudah menistakan agama.

"Naudzubillah mindzalik, astgafirullah, saya bukan orang suci bersih, tapi semoga keturunanku menjadi anak soleh solehah, tetap taat di jalan Allah," ungkap salah satu akun @i*******.

Baca Juga: Shin Tae-yong Senyum! PSSI Buka Peluang Tambah Naturalisasi di Timnas Indonesia

Dari fenomena Oklin Fia, kembali teringat nasihat dari Fathullah Gulen sebagaimana tertuang dalam buku Menjaga Citra Agama karya Adib Gunawan.

Bahwa apa yang kemudian hal-hal berkonotasi dakwah, serta hal-hal di mana dilekatkannya simbol yang identik dengan agama Islam yang rahmatan lil alamin.

Maka, "Janganlah dirimu menjadi sebab seseorang menjauhi agamamu, ketika dirimu berdakwah mengabdi kepada agama".

Di sini, ditekankan agar kemudian setiap orang dapat berperilaku yang mencontohkan kebaikan dalam beragama, menjaga etika dan nalar.

Jangan sampai ingin memperlihatkan citra agama melalui atribut keagamaan tetapi justru menistakana agama sendiri.

Di sisi lain, jangan pula seseorang yang membela agama dari unsur-unsur yang tak senonoh dilakukan dengan hal-hal yang mencaci maki.

Load More