/
Rabu, 09 Agustus 2023 | 15:24 WIB
Ilustrasi konten horor. (Freepik)

Suara Bandung Barat - Cerita horor ini disebut-sebut menjadi latar kisah dari terciptanya sebuah lagu yang cukup terkenal.

Berikut adalah cerita horor tersebut.

Pukul lima sore, Istiqamah Djamad atau panggil saja bang Is bersama dengan tiga orang temannya sedang berjalan mengelilingi hutan, di Bogor.

Keempat-empatnya sedang mencari inspirasi untuk menggenapkan album yang akan dirilisnya beberapa bulan lagi.

Bang Is, adalah otak sekaligus komposser group band tersebut. Keempat-empatnya sedang dalam fase burnout untuk melanjutkan lagu apa yang akan dibuat dan dirilis.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mendaki sebuah gunung yang jarang sekali pendaki-pendaki Jabodetabek mendatanginya, kalah jauh dengan Gede Pangrango.

Awalnya mereka berjalan biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang mencurigakan, sepanjang perjalanan, hanya ada rombongan mereka.

Tetapi, saat di bascamp tadi disebut jika ada satu orang yang sudah mendaki sejak sehari yang lalu, kemungkinan mereka akan bertemu dengan orang itu.

"Kemarin ada yang mendaki, seorang laki-laki, sendirian, katanya dia dari Bandung. Kemungkinan kalian akan bertemu sama dia, soalnya dia satu-satunya yang ada di gunung," kata penjaga tiket di bascamp tadi.

Baca Juga: Tak Hanya Kanker, Inilah 6 Penyebab Payudara Terasa Nyeri

Istiqamah dan teman-temannya merasa tidak masalah, hanya saja ia aneh dengan gunung sepi seperti ini kok ada orang yang berani mendaki gunung sendirian?.

"Ya, karena memang gunung ini indah, keindahan yang jarang sekali orang lihat, beruntung, gunung ini belum dikapitalisasi seperti yang lainnya, masih terjaga keasriannya," ucap Istiqamah meyakinkan diri sendiri.

Tidak ada yang aneh bagi pendakian mereka, sampai kira-kira tepat setelah pos ketiga menuju tempat ngecamp, mereka merasa aneh, "Kok tidak ada orang?".

"Kata si amang bascamp, ada satu orang, kok ini sepi?" tanya Istiqamah pada teman-temannya, yang ditanya turut bingung.

Ketika mereka berjalan ke depan dan melihat sebuah pohon besar dengan tas ransel yang ada di bawahnya, secara serempak mereka menoleh ke atas.

"Gila!" ucap mereka.

Load More