SUARABANDUNGBARAT - Aktris serba bisa dan penyanyi terkenal, Rina Nose, menjadi sorotan netizen setelah ia dihujat oleh sejumlah orang karena belum memiliki anak.
Namun, sikap dan tanggapannya terhadap cibiran tersebut justru mengundang kekaguman banyak orang.
Rina Nose, yang menikah dengan Jose Adsense, telah lama berada di dunia hiburan dan selalu menjadi target perhatian netizen.
Terkini, cuitan dan komentar negatif tentang Rina bermunculan di media sosial terkait keputusannya untuk belum memiliki anak.
Namun, jauh dari merasa terpukul, Rina justru menunjukkan ketenangan dan kebijaksanaan dalam merespons cibiran tersebut.
"Aku mah nyantai aja, bukannya anak ayam yang mau nggak pun juga nggak papa. Udah sesanti itu mau dianggap yang jelek-jelek, yang udah nggak papa," ujar Rina dengan tegas dilansir dari Youtube Hot Shot.
"Jadi biar mereka aja yang ngatur pikiran mereka sendiri. Bukan bayi tabung, aku bikinnya tabungan rekening situ ya," katanya.
Rina mengungkapkan bahwa ia tidak ambil pusing dengan komentar negatif yang datang dari luar.
Dia menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk berpendapat, dan ia tidak ingin membiarkan komentar tersebut mempengaruhi dirinya. Menurutnya, masing-masing individu memiliki hak untuk berpikir apapun yang mereka mau.
Baca Juga: Resep Creamy Cucumber Salad Viral di TikTok, Ternyata Timun Bisa Jadi Makanan Selezat Ini
"Enggak masalah kalau ada orang yang gak suka sama aku. Kan aku juga banyak enggak suka juga sama orang," tegas Rina.
"Jadi ya udah biarin aja ya. Enggak apa-apa itu mah pemikiran orang kan, wajar aja orang bisa mikir apapun. Silakan, silakan aja tergantung kitanya mau nanggepinnya gimana," katanya.
Rina Nose juga menekankan bahwa ia lebih fokus pada faktor internal daripada eksternal.
Dia mengaku bahwa faktor terberat bagi dirinya adalah hal-hal yang terjadi dalam dirinya sendiri, bukan pandangan negatif dari luar.
Dalam dunia industri hiburan yang penuh tekanan, Rina lebih condong untuk mengontrol pikirannya sendiri daripada membiarkan komentar buruk mengganggu pikirannya.
"Jadi kalau dari orang-orang yang enggak ada hubungannya langsung sama aku, itu mah kayak enggak ada apa-apanya. Lebih mudah untuk mengontrol itu gitu, karena udah sadar betul kondisi ini. Dunia industri itu sudah begitu sistemnya," kata Rina dengan mantap.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati