SUARABANDUNGBARAT - Sebuah kisah horor yang mengejutkan muncul dari pengalaman seorang pendaki bernama Mas Anto, yang mengalami serangkaian peristiwa tidak biasa setelah ia secara sembarangan kencing di dekat tempat keramat di salah satu gunung di Jawa Timur.
Kejadian ini menghadirkan sebuah cerita yang menggugah pemikiran mengenai pentingnya menghormati budaya, menghindari perbuatan sembarangan, dan mematuhi nilai-nilai keagamaan.
Mas Anto, seorang pendaki yang kerap melakukan perjalanan spiritual di berbagai gunung, bercerita tentang rangkaian kejadian sial yang menimpanya. Ia kehilangan handphone dan sepeda motor dalam waktu yang hampir bersamaan.
Hubungan dengan pacarnya menjadi renggang, dan mimpi buruk menghantuinya setiap malam. Namun, yang paling mencengangkan adalah mimpi aneh yang menggambarkan dirinya ditampar oleh seseorang, dan saat bangun, pipinya merah dan sakit seolah benar-benar ditampar.
Mas Anto sendiri tidak memiliki riwayat berurusan dengan makhluk halus atau melakukan ritual-ritual aneh.
Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, ditemukan bahwa ia pernah kencing sembarangan di dekat tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat.
Meski ia mengklaim sudah meminta maaf dalam hati, rupanya perilaku tersebut berdampak negatif pada dirinya.
Seorang ahli spiritual Abah Romdhoni, memberikan saran untuk menggunakan garam dalam suatu ritual pembersihan untuk menetralisir energi negatif yang mungkin diakibatkan oleh perbuatan sembarangan tersebut.
Tujuan dari ritual ini adalah untuk membantu Mas Anto mengatasi sial yang menimpanya dan membersihkan dirinya dari dampak negatif.
Baca Juga: Misteri Jembatan Teksas Universitas Indonesia: Cerita Horor Kampus
Setelah menjalani ritual tersebut, Mas Anto mengaku tidak lagi mengalami mimpi buruk dan merasa bahwa keberuntungan sedikit demi sedikit kembali memihak padanya.
Meski beberapa masalah lainnya masih ada, namun setidaknya sial yang luar biasa yang ia alami sebelumnya telah mereda.(*)
Sumber: Youtube Abah Romdhoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!