Suara Bandung Barat - Cerita horor ini cukup terkenal di salah satu universitas Islam di Bandung. Para mahasiswa begitu sering membicarakan peristiwa horor yang terjadi di awal tahun 2010-an ini.
Kampus tersebut memang cukup terkenal memiliki kegiatan mahasiswa (UKM) yang aktif dan massif.
Salah satunya menyediakan ruang bagi mereka yang mempunyai minat dan bakat dalam dunia seni rupa.
Beredar sebuah cerita menyeramkan, kisah horor dari seorang yang pernah mengikuti kegiatan UKM tersebut.
Diceritakan jika dirinya sering tinggal di sebuah gedung yang dikenal sebagai tempat dan sekretariatnya banyak organisasi mahasiswa.
Saat itu, kebetulan kampus sedang libur, gedung mahasiswa yang kerap ramai 24 jam tersebut mendadak sepi.
Namun, kegiatan UKMnya tetap berjalan, karena akan ada proyek untuk membuat pameran seni lukisan beberapa hari lagi.
Ia pun mendapat tugas dengan beberapa rekannya untuk menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan di sekretariat organisasi.
Kebetulan, rekan-rekannya yang lain belum tiba, ia datang sendirian ke gedung itu. Tak berpikir apa-apa ia langsung masuk ke sekretariat.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2023: Pertemuan Perdana, Dejan/Gloria Hadapi Wakil Jepang
Bosan menunggu kedatangan kawan-kawannya, ia mencoba melukis di sebuah kanvas yang ditemukan sembarang di sekre tersebut.
Sedang asyik melukis, tiba-tiba kanvas tersebut mendadak bergetar, dan dari dalam kanvas tersebut muncul sesuatu mirip darah.
Tak berhenti di situ, kanvas itu pun terbang dan langsung menerjang mahasiswa tadi.
Sorenya, rekan-rekannya menemukan temannya itu sudah dalam kondisi pingsan, mereka pun membawanya ke rumah sakit.
Di dalam rumah, ia menceritakan kejadian tadi, anehnya rekan-rekannya tersebut tidak menemukan kanvas lukisan yang dimaksud karena saat datang, semua barang-barang di sekretariat bersih, mereka hanya menemukan dirinya yang terbujur lemas. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial