/
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 07:40 WIB
Ilustrasi tanah longsor. (Freepik)

Angkot pun berhenti, tepat di lokasi longsor itu, hujan semakin deras di luar. Dan nampak pemuda itu tak membawa payung sama sekali.

"Masih hujan a (A adalah sapaan hormat dalam bahasa sunda)," kata sang supir.

"Teu nanaon kang, rek neangan jasad, (Nggak apa-apa kang, mau nyari jasad)," jawab si pemuda.

Setelah melemparkan uang, sosok pemuda itu pun telah ditelan gelepan dan hujan malam. Angkot pun dipacunya dengan kencang. (*)

Load More