Suara Bandung Barat - Kisah horor, cerita horor. Selain meninggalkan luka dan nestapa bagi para penyintas korban gempa bumi Cianjur beberapa waktu.
Ternyata peristiwa tersebut juga melahirkan satu cerita yang tersebar dari mulut ke mulut tentang sesosok pria yang kerap naik angkot jurusan Cipanas-Cianjur namun selalu turun di tempat yang sama.
Diceritakan, jika ada seorang supir angkot yang mengangkut seorang pria muda yang naik tepat di daerah Cipanas.
Tidak ada yang aneh dari segi berpakaian atau pun aroma yang dikeluarkan oleh si pemuda tersebut.
Ia nampak seperti penumpang pada kebanyakan, anehnya ia hanya duduk termenung diam saja.
Ini berbeda dengan penumpang lain yang biasanya fokus melihat gadgetnya masing-masing, tetapi pemuda itu hanya diam saja, seraya melihat ke arah depan.
Ia pun tidak bergeser saat ada penumpang lain yang naik, tidak beranjak dan tetap duduk dengan tenangnya.
Malam itu, hujan sedang gerimis. Penumpang di dalam angkot itu hanya ada beberapa orang.
Musik distel dengan keras oleh supir angkot yang ditemani oleh seorang temannya disampingnya.
Baca Juga: Tak Hanya Diperkosa, Bule Brazil Korban Driver Ojol di Jimbaran Juga Diancam Dibunuh
Rombongan ibu-ibu yang tadi naik telah turun, hanya tersisa tiga orang diangkot itu. Supir, teman supir dan pemuda misterius itu.
Kebiasaan supir angkot Cianjuran ialah mengajak ngobrol penumpang, terlebih jika ia seorang laki-laki dan seumuran.
Sang supir pun mencoba mengajak bicara penumpangnya di belakang, tetapi jawaban yang dikeluarkannya seperti orang yang sedang berdeham.
Temannya si supir angkot itu pun mengecilkan suara musik agar jawaban penumpang di belakang terdengar.
Namun, tetap saja tidak terdengar. Tak menghiraukan hal tersebut, saat melewat lokasi longsor Cianjur beberapa waktu lalu, seorang itu menyebut 'kiri'.
Sang supir dan temannya merasa aneh, soalnya di sana sudah tidak ada lagi warung. Berbeda sesaat sebelum gempa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring