SUARA BANDUNG BARAT - Musim kemarau tahun 2023 berdampak pada para petani, yang kekeringan lahan sawahnya.
Bahkan, petani di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat beralih bercocok tanam di permukaan air Waduk Saguling.
Permukaan tanah yang semula terendam, karena musim kemarau air pun terlihat surut, bahkan sebagian permukaan tanah mengering.
Di permukaan lahan Waduk Saguling yang sudah surut, sejumlah petani yang sedang melakukan aktivitas.
Mulai menyiram tanaman hingga bercocok tanam. Di antara, mereka menanam berbagai jenis tanaman palawija, seperti jagung, timun, ubi, cabai, sosin, dan berbagai tanaman lain.
"Saya rencananya mau menanam timun sama jagung. Ada yang udah ditanam, ada yang baru mau ditanam," kata Ondah Hidayat (60) seorang petani yang berada di lokasi.
Dia mengatakan, terpaksa menggarap lahan permukaan Waduk Saguling karena sawahnya sudah kering, sejak beberapa bulan terakhir tidak dialiri air.
Biasanya, Ondah menggarap sawah sewaanya seluas 1.800 meter di daerah tersebut.
"Biasanya garap sawah sewa, tapi sekarang lagi kering. Nggak ada air dari dua bulan lalu. Baru sekali panen, terus udah tanam musim kedua keburu kemarau, jadi nggak ke panen," kata katanya.
Baca Juga: Misteri Ketukan Pintu Kamar Mandi Kampus di Bandung
Di permukaan Waduk Saguling yang mulai surut, ia sengaja menanam berbagai jenis tanaman palawija yang mudah, dan cepat dipanen.
"Saya baru nanam timun, karena cepat dipanenya dan jagung. Lumayan nanti buah menghadapi tahun baru," katanya.
Petahi lain, Dede Sobari (53) mengaku memang setiap kemarau selalu memanfaatkan permukaan Waduk Saguling untuk bercocok tanam.
Hal tersebut, ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Setiap airnya surut memang saya selalu nanam di sini, soalnya kan lahan sawahnya kering. Sedangkan harus makan setiap hari, jadi manfaatin yang ada aja," kata Dede. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati