- Pablo Benua, mewakili KNAI, menolak rencana Polri di bawah kementerian karena berisiko ganggu stabilitas dan independensi hukum.
- Pablo Benua menyatakan Polri harus tetap di bawah komando langsung Presiden Republik Indonesia berdasarkan sistem presidensial.
- Keamanan Indonesia tinggi (peringkat 19 dunia), membuktikan efektivitas struktur Polri saat ini di bawah kendali Presiden.
Suara.com - Pablo Benua, selebgram dan YouTuber yang kini fokus dengan profesinya sebagai advokat, belakangan rajin membahas masalah Nasional yang tengah viral.
Salah satunya adalah wancana Polri di bawah kementerian. Soal isu ini, Pablo mewakili organisasi advokat yang dia pimpin, Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI), menjabarkan alasan penolakan tersebut.
Menurutnya, menempatkan Korps Bhayangkara di bawah kendali kementerian justru berisiko tinggi mengganggu stabilitas keamanan nasional dan independensi penegakan hukum.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026), Pablo menekankan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia.
"Jika Polri berada di bawah kementerian, maka sangat rawan terjadi politisasi berbasis anggaran. Ini narasi yang keliru jika dianggap akan lebih mudah diawasi. Justru hal tersebut berbahaya bagi independensi penegakan hukum kita," ujar Pablo Benua.
Bukan tanpa alasan, suami dari Rey Utami ini memaparkan data riset internasional sebagai landasan penolakannya.
Ia merujuk pada laporan Gallup Law and Order, di mana Indonesia berhasil meraih skor impresif 89/100 dalam hal tingkat keamanan.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara di dunia.
Prestasi ini, menurut Pablo, membuktikan bahwa sistem yang berjalan saat ini, di mana Polri berada di bawah Presiden, sudah sangat efektif.
Baca Juga: Melki Bajaj Diduga Terseret Kasus Investasi Bodong, Pengacara Korban Minta Segera Klarifikasi
"Peringkat kita berada di atas negara-negara maju seperti Inggris, Prancis, hingga Jepang, yang notabene kepolisiannya berada di bawah kementerian. Ini artinya, masyarakat kita merasa aman beraktivitas, bahkan saat berjalan sendirian di malam hari," imbuhnya.
Lebih lanjut, Pablo menjelaskan bahwa secara konstitusional, Indonesia menganut sistem presidensial.
Dalam sistem ini, Presiden memegang tanggung jawab penuh atas keamanan nasional.
Oleh karena itu, memisahkan jalur komando Polri dari Presiden ke kementerian dianggap sebagai langkah mundur.
"Kita harus melihat dari kacamata rasa aman yang tercipta di tengah masyarakat. Sejauh ini, tingkat kepuasan terhadap kinerja Polri sangat baik. Maka, kami dari KNAI secara tegas mendukung Polri tetap independen di bawah Presiden demi menjaga stabilitas negara," tuturnya.
Wacana reposisi Polri memang tengah menjadi perbincangan hangat di ruang publik.
Berita Terkait
-
Melki Bajaj Diduga Terseret Kasus Investasi Bodong, Pengacara Korban Minta Segera Klarifikasi
-
Kisruh Kepemimpinan PAI, Pablo Benua Klaim Kepengurusan Rey Utami Sah
-
Lisa Mariana Tuai Kecaman karena Pede Ngobrol di Podcast sambil Merokok
-
Lisa Mariana Beberkan Alasan Minta Bayaran Rp 150 Juta Buat Tampil di Podcast Pablo Benua
-
Ultah ke-62 PAI, Pablo Benua Berharap Tak Ada Lagi Advokat yang Cuma Cari Sensasi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Viral Konten Tak Pantas Guru SD, Ajak ke KUA hingga Suapi Murid Sendiri
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Buntut Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Bawa Hasil Diskusi MUI ke Penyidik Polda Metro Jaya
-
Dituding cuma Mau Harta Haldy Sabri, Irish Bella Langsung Klarifikasi
-
Polemik Janji Umrah Willie Salim, Anak Eli Herawati Sebut Ibunya Berangkat Berkat Gubernur Bengkulu
-
Profil Samuel Lee, Peserta Single's Inferno 5 yang Isu Perselingkuhannya Bikin Heboh
-
6 Potret Suraj Chavan, Influencer yang Disebut Pria Paling Tampan yang Gayanya Ikonik Abis!
-
Gelar Konser Tunggal setelah Setahun Vakum, Mahalini Ngaku Tertekan hingga Lupa Lirik
-
Penetapan Ahli Waris Mpok Alpa Selesai, 5 Orang Masuk Daftar dan Sang Suami yang Utama
-
Datangi Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Ingin Tahu 5 Orang Pelapornya