/
Sabtu, 02 September 2023 | 19:25 WIB
Benarkah Islam melarang berhubungan badan pada hari tertentu. (Pixabay/Sasint.)

SuaraBandungBarat - Benarkah agama Islam melarang berhubungan intim pada hari-hari berikut ini?.

Banyak orang beranggapan jika melakukan hubungan badan pada hari-hari tertentu akan bernasib sial dan akan mengundang murka Tuhan.

Senyatanyta, Allah SWT menciptakan manusia dan makhluk lainnya secara berpasang-pasangan, hal tersebut dimaksudkan agar dapat melanjutkan keturunan.

Dalam uusaha untuk memelihara keturunan tersebut tentunya harus dilakukan dengan cara-cara yang baik sekaligus halal yang tidak melanggar ketentuan agama atau pun negara.

Pernikahan adalah salah satu cara untuk memelihara keturunan tersebut. Bagi laki-laki dan perempuan yang sudah menikah, tentu diperbolehkan untuk melakukan jima atau hubungan badan sesuai kaidah agama.

Akan tetapi, dalam agama Islam ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan bagi sepasang suami istri dalam hal senggama.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh salah seorang ulama Indonesia kontemporer, Buya Yahya sebagaimana yang diunggah dalam kanal YouTube pribadinya.

Dalam video tersebut, Buya Yahya menekankan jika dalam persoalan hari. Tidak ada sedikitpun larangan melakukan jima pada hari-hari tertentu. Kecuali, ada dalil yang melarangnya.

Buya Yahya mengatakan jika kaum muslimin tidak boleh meyakini ada hari-hari baik atau hari-hari tidak baik. 

Baca Juga: Tak Kalah Mentereng dari Alvin Faiz, Segini Kekayaan Ikram Rosadi Calon Suami Larissa Chou

"Hari baik semua darimana ilmu begitu? (yang meyakini ada hari buruk dan hari baik?) kalau alasan untuk melakukan itu (hubungan suami istri) karena hari ahad harus menghadiri majelis gak usah beralasan gak boleh, bilang saja (jujur)," terang Buya Yahya sambil tertawa.

Namun menurut Buya Yahya, seorang suami yang hendak mengajak istrinya untuk melakukan jima, hendaklah ia mengetahui bagaimana kondisi istrinya.

"Bukan setiap kepenuhan Anda harus dipenuhi, kadang istri Anda itu sibuk mengurus anak-anak Anda yang nakal seperti Anda, kadang hal ini tidak adil," jelas Buya Yahya.

Satu hal lagi yang perlu dipahami suami, adalah saat istri sedang mengalami keberatan untuk melakukan jima karena uzur yang mendesak.

"Suami Anda adalah orang yang saleh, punya keinginan (melakukan) hubungan suami istri, karena mohon maaf mungkin dia diluar menyaksikan sesuatu lalu bangkit syahwatnya dan dirumah dapat melampiaskan ke istrinya" lanjutnya.

Buya Yahya pun memberikan penjelasan agar seorang istri tidak boleh malas-malasan kecuali ada satu hal yang tidak dapat ditolerir.

Load More