SuaraBandungBarat - Beberapa hari belakangan ini, media sosial Indonesia diramaikan dengan berita pencemaran udara atau polusi yang terjadi di beberapa kota besar di seluruh Indonesia.
Polusi udara sendiri sudah masuk dalam daftar ancaman lingkungan terbesar dunia, karena dampak yang dihasilkannya begitu signifikan bagi kehidupan umat manusia.
Disebut berperan begitu signifikan dalam kehidupan manusia dikarenakan, polusi udara berpeluang memberikan berbagai mecam penyakit kesehatan bagi manusia.
Adapun, penyebab terjadi polusi udara dapat dihasilkan oleh beberapa sebab seperti asap pabrik yang merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap pencemaran udara.
Asap pabrik ini kerap terjadi di kota-kota besar sebagai lumbung perusahaan industri. Asap pabrik dengan kuantitas yang begitu banyak tentunya akan berdampak pada peningkatakn risiko pemanasan global.
Kedua, polusi udara juga disebabkan aktifitas penambangan yang menggunakan alat berat sehingga menciptakan pencemaran udara. Debu dan bahan-bahan kimia yang dilepaskan ke udara, akan jatuh ke tanah dengan varian penyakit bagi manusia.
Selain itu, penggunaan kendaraan bermotor yang melebihi batas wajar, penggunaan listrik dan pembakaran lahan hutan juga salah satu penyebab terbesar bagi polusi udara yang hari-hari ini sedang dirasakan.
Tentunya, dampak yang dihasilkan pun akan sama besarnya dengan perilaku manusia terhadap lingkungan. Berikut adalah beberapa akibat yang dihasilkan dari polusi udara :
1. Memicu epidemi asma
Baca Juga: Cak Imin Bakal Diperiksa KPK, Berikut Sederet Faktanya
Serangan asma adalah implikasi logis dari kuantitas polusi udara yang banyak. Terutama bagi orang-orang yang sebelumnya memiliki riwayat asma.
Udara yang tidak sehat dan penuh dengan partikel debu akan membuat asma kambuh, bahkan bagi mereka yang tercatat tidak memiliki riwayat penyakit ini.
Tak mengherankan, jika ancaman epidemi asma akan terjadi jika polusi udara terus-menerus berada di angka yang mengkhawatirkan.
2. Menghambat perkembangan anak
Paparan udara yang tidak sehat dapat memperlambat laju pertumbuhan seorang anak, menghambat perkembangan paru-paru pada anak yang tidak dapat berfungsi sebagaimana optimalnya.
3. Menimbulkan banyak komplikasi penyakit seperti paru-paru, kanker hingga risiko jantung dan stroke
Polusi udara dapat meningkatkan resiko penyakit paru-paru, kanker sampai penyakit jantung karena dalam udara tidak sehat terdapat karbon hitam dan nitrogen oksida yang terdapat dalam asap kendaraan.
Implikasi paling masuk akalnya tentunya meningkatkan resiko kematian yang semakin tinggi. Penyakit seperti pneumonia hingga bronkitis pun berpeluang dirasakan bagi mereka yang terus-menerus terpapar polusi udara.
Demikianlah informasi tentang bahaya dan penyebab dari adanya polusi udara, tentunya harus ada penanggulangan serius terkait masalah dunia ini. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7
-
Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY
-
Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat
-
Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun