SUARA BANDUNG BARAT - Denny Sumargo mengungkapkan kronologi perseteruannya dengan DJ Verny Hasan menyoal tes DNA.
Berawal pada tahun 2013, Verny Hasan mendatangi kantor polisi dengan membawa banyak wartawan, dan mengaku dirinya dihamili Denny Sumargo.
Lantas pada 2019 lalu, Denny Sumargo pun melakukan tes DNA untuk pembuktian atas tuduhan Verny Hasan, dengan hasilnya tak ada kecocokan dengan anak sang DJ.
Teranyar, Verny Hasan kembali meminta Denny Sumargo untuk melakukan tes DNA ulang dengan syarat rumah sakit pilihan sang DJ tersebut.
"10 tahun lalu ada wanita datang ke kantor polisi membawa wartawan segitu banyak, dia bilang ke semua orang, saya menghamili dia," kata Denny Sumargo.
Usai hasil tes DNA menunjukkan bahwa bukan ayah biologis anak Verny Hasan, Denny Sumargo pun mengklarifikasi, tetapi tak mendapat kepercayaan publik.
Kemudian, Denny kembali dipanggil kepolisian dengan alasan polisi polisi tersebut dibiarkan, dan pihak berwajib pun tidak menemukan keberadaan Verny saat itu.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Verny Hasan membiarkan laporannya tersebut hingga delapan bulan sejak dirinya melapor.
Kemudian, Denny Sumargo mencari Verny Hasan, dan mengajaknya untuk melakukan tes DNA pada tahun 2019, tetapi tak diindahkan oleh sang DJ.
Baca Juga: Cara dan Tips Mempercepat Kehamilan, Lakukan 4 Hal Ini Supaya Jadi Kata dr Boyke
"Saya bilang kali ini kalau kamu nggak tes DNA, saya lapor polisi, ada bukti chat-nya," kata Denny Sumargo.
Masalah pun muncul ketika hari di mana tes DNA ini hendak dilakukan. Menurut Denny Sumargo, Verny Hasan tidak datang sesuai dengan waktu yang sudah disepakati.
"Sampai hari tes DNA pun dia bikin kita pusing, jam 11.00 kita janjian sama dia. Sampai rumah sakit mau tutup, jam 16.00, dia baru datang. Dia beralasan kiri, kanan," kata Densu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih