SUARABANDUNGBARAT - Bunda Hati-hati, Banyak Keputihan Adalah Tanda Penyakit Klamidia? Dokter Ahli Beberkan Ciri-cirinya.
Klamidia atau klamidiasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.
Penularan klamidia dapat terjadi melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral dengan seseorang yang terinfeksi.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh Rumah Sakit Universitas Indonesia di kanal YouTube mereka, Dr. Rina Dewi, seorang spesialis dermatologi dan venerologi, memberikan wawasan mengenai klamidia, termasuk gejala, risiko, pengobatan, dan pencegahan.
Klamidia di Indonesia
Menurut Dr. Rina, sekitar 4 juta infeksi klamidia diperkirakan terjadi pada tahun 2018, dengan sebagian besar kasus terjadi pada kelompok usia muda, khususnya pada individu berusia 15 hingga 24 tahun. Meskipun laporan kasus klamidia di Indonesia masih terbatas, data menunjukkan bahwa angka kasus klamidia dan IMS lainnya cenderung tinggi.
Faktor Risiko Klamidia
Salah satu faktor risiko utama untuk terinfeksi klamidia adalah memiliki aktivitas seksual yang berisiko, seperti memiliki beberapa pasangan seksual, terlibat dalam hubungan seksual komersial, atau berhubungan intim dengan sesama jenis. Klamidia bisa menular melalui berbagai jenis kontak seksual, termasuk vaginal, anal, dan oral.
Gejala Klamidia
Klamidia dapat menjadi "infeksi diam-diam" karena sebagian besar penderita tidak merasakan gejala atau gejalanya sangat ringan. Pada wanita, infeksi di saluran genital bawah dapat menyebabkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan yang tidak normal, dan perdarahan setelah berhubungan seksual.
Pada infeksi saluran genital atas, klamidia bisa menyebabkan perdarahan rahim yang tidak teratur dan nyeri perut bagian bawah. Klamidia yang tidak diobati juga dapat menyebabkan radang panggul dan merusak organ dalam, bahkan menyebabkan masalah kesuburan.
Pada pria, gejala klamidia bisa mencakup keluarnya cairan abnormal dari saluran kemih dan nyeri saat buang air kecil. Pada beberapa kasus, infeksi bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada testis.
Klamidia juga dapat menyerang anus, menyebabkan nyeri dan keluarnya cairan, serta dapat menyebabkan perdarahan. Infeksi klamidia pada mata dapat menyebabkan peradangan pada mata, sedangkan jika menyerang tenggorokan, dapat menyebabkan radang tenggorokan.
Pengobatan Klamidia
Klamidia dapat diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat jika Anda terinfeksi, dan pasangan seksual Anda juga perlu diobati untuk mencegah penularan kembali. Pengobatan yang tepat dan penggunaan kondom saat berhubungan seksual adalah kunci untuk mengendalikan dan mengobati klamidia.
Pencegahan Klamidia
Pencegahan adalah langkah terbaik dalam mengatasi klamidia. Beberapa tindakan pencegahan termasuk:
1. Menjaga Kepercayaan
Berbicaralah terbuka dengan pasangan Anda tentang sejarah seksual Anda dan pemeriksaan IMS yang teratur.
2. Penggunaan Kondom
Menggunakan kondom saat berhubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan klamidia.
3. Setia pada Satu Pasangan
Hindari berganti-ganti pasangan seksual dan setia berhubungan intim dengan satu pasangan saja.
4. Tes IMS Teratur
Baca Juga: Babak Baru Paspampres Bunuh Imam Masykur, Ibu Korban Datangi Hotman Paris
Melakukan tes skrining IMS secara rutin dapat membantu mendeteksi infeksi klamidia lebih awal.
Dr. Rina Dewi menegaskan bahwa klamidia bisa diobati dan disembuhkan jika diidentifikasi dengan tepat dan segera mendapatkan perawatan yang diperlukan.(*)
Berita Terkait
-
Benarkah Penyakit Rabun Jauh Bisa Sembuh hanya dengan Obat Herbal? Ini Nih Jawaban dari Dokter Ahli
-
Cara Mengobati Mata Minus Bisa Dilakukan dengan Obat Herbal? Ternyata Begini Penjelasan Dokter Ahlinya
-
Tahu Gak, Ini Ras yang Punya Ukuran Mr.P Terbesar, Asia Urutan Berapa? Ini Penjelasan Dokter Boyke
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting