SUARABANDUNGBARAT - Cek Sekarang Apakah Ada Benjolan di Leher? Ternyata Idap Penyakit Ganas Ini Kata Dokter.
Kanker Limfoma, atau yang sering kita dengar sebagai kanker getah bening, adalah salah satu jenis penyakit ganas yang sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup.
Namun, penyakit ini perlu diwaspadai karena bisa berakibat fatal jika tidak terdeteksi dan diobati dengan tepat.
Dalam tayangan di kanal YouTube Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dokter Rahmat Cahaya Nur, seorang spesialis penyakit dalam dan konsultan hemato-onkologi di Rumah Sakit Universitas Indonesia, memberikan penjelasan tentang penyakit benjolan di leher.
Apa Itu Kanker Limfoma?
Kanker Limfoma, atau kanker darah yang berawal dari sel limfosit, adalah sebuah kondisi di mana sel darah putih mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan berubah menjadi ganas.
Sel limfosit ini sebenarnya merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita, tetapi ketika berubah menjadi sel kanker, maka dapat menyebabkan penyakit ini.
Salah satu karakteristik kanker limfoma adalah pembentukan benjolan di berbagai bagian tubuh, yang sering ditemukan di kelenjar getah bening.
Gejala Kanker Limfoma
Gejala kanker limfoma dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum yang dapat muncul termasuk:
1. Benjolan di Berbagai Bagian Tubuh
Benjolan ini dapat terjadi di leher, ketiak, lipat paha, atau bahkan di dalam rongga perut.
2. Demam Berkepanjangan
Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius yang berlangsung lama adalah gejala yang dapat mengindikasikan masalah.
3. Penurunan Berat Badan yang Tidak Diniatkan
Penurunan berat badan yang signifikan tanpa usaha yang disengaja adalah tanda peringatan.
4. Keringat Berlebihan
Metabolisme yang tinggi dapat menyebabkan keringat berlebihan.
5. Lemas dan Mudah Lelah
Baca Juga: Usai Akun YouTube DPR RI Kena Hack dan Tampilkan Judi Online, Begini Kondisinya Sekarang
Penurunan jumlah sel darah merah dapat menyebabkan rasa lemas dan kelelahan.
Saat ini, penyebab pasti dari kanker limfoma masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini.
Beberapa faktor risiko meliputi infeksi virus tertentu, kondisi kekebalan tubuh yang lemah, penggunaan obat-obatan tertentu, serta paparan zat-zat berbahaya atau radiasi.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?