SUARA BANDUNG BARAT - Soal kabar Alex Rins hengkang ke Yamaha, bos LCR Honda, Lucio Cecchinello mengindikasikan gegara Marc Marquez.
Cecchinello mengatakan, Alex Rins merasa tidak diperlakukan dengan adil, karena Honda fokus semua pengembangannya kepada rider andalan mereka, Marc Marquez.
Alex Rins baru bergabung dengan LCR Honda pada awal musim ini. Tetapi, ia akan segera hengkang, hanya satu musim mengaspal bersama tim berlambang sayap itu.
Cecchinello mengungkapkan, kalau Alex Rins merasa tidak penting berada di Honda. Hal itu, disebabkan oleh minimnya insinyur yang berada di dekatnya.
Walaupun sebenarnya hal ini juga tidak luput, karena LCR adalah tim satelit dari Honda.
"Di tim satelit, dia mendapati dirinya memiliki lebih sedikit insinyur di sekitarnya, dan itu membuatnya merasa kurang penting," kata Cecchinello, dikutip dari Motosan.
Kenyataannya, Honda memang terlalu fokus kepada Marquez untuk pengembangan motornya.
Hal tersebut, dilakukan oleh tim pabrikan asal Jepang tersebut agar The Baby Alien tidak meninggalkan Honda.
Hal tersebut juga yang membuat Rins semakin mantap untuk meninggalkan tim LCR Honda. Sebab ia sejatinya ingin diperhatikan perihal pengembangan motornya.
Baca Juga: Gegara Rian Ibram, Dewi Perssik Sebut Rully Sempat Marah
Cecchinello mengungkapkan kondisi seperti ini yang membuat pebalapnya tersebut tidak suka.
"Kenyataannya adalah bahwa Honda berada dalam situasi di mana untuk menyelamatkan, dan menjaga hubungan dengan Marc Marquez, mereka harus menambah 110 persen untuk memberinya semua dukungan, dan untuk alasan ini semua evolusi diberikan kepadanya," kata dia.
"Hal ini membuat Alex Rins mengatakan, itulah tujuan saya di sini (mengembangkan motor), dan dia merasa mungkin dia berada dalam situasi direndahkan, yang tidak dia sukai," tambahnya.
Mantan pebalap Suzuki Ecstar itu dipastikan merapat ke Monster Energy Yamaha untuk mengarungi kompetisi MotoGP 2024, usai mengkonfirmasi hengkang dari LCR Honda. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi