- Pusziad TNI AD melakukan pengosongan paksa kawasan Asrama Eks Yon Zikon di Lenteng Agung sejak Selasa, 9 Juni 2026.
- Warga menolak penggusuran karena pihak TNI AD tidak menyediakan solusi relokasi maupun kompensasi bagi ratusan keluarga yang terdampak.
- Proses penertiban lahan untuk pembangunan rumah susun tersebut menyebabkan kekerasan fisik serta pemadaman listrik dan gangguan komunikasi warga.
Suara.com - Warga terdampak penggusuran kawasan Asrama Eks Yon Zikon di Gang Kantin, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengeluhkan proses pengosongan yang dilakukan oleh Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) TNI AD.
Salah seorang warga, Ade, mengaku penggusuran yang berlangsung sejak Selasa (9/6/2026) itu dilakukan tanpa solusi yang jelas terkait relokasi maupun kompensasi bagi warga yang telah lama menghuni kawasan tersebut.
"Ya maksudnya, caranya nggak begini. Bapak saya TNI, anak saya juga TNI," ujar Ade kepada Suara.com di lokasi penggusuran, Rabu (10/6/2026).
Menurut Ade, lahan yang kini menjadi objek penertiban bukan semata-mata milik TNI AD. Ia menyebut warga selama ini juga hanya menempati lahan tersebut sebagaimana pihak lain yang berada di kawasan itu.
"Ini tuh tanah anom, tanah garapan. Jadi sebenernya di sini sama-sama nempatin, warga cuma nempatin, mereka juga nempatin. Mereka juga kan dasarnya SHP, cuma hak pakai," katanya.
Ade mengakui warga telah menerima surat peringatan sejak 2024. Namun, mereka tetap bertahan karena belum mendapatkan kepastian mengenai tempat tinggal pengganti.
Ia juga mengeluhkan cara pengosongan yang dilakukan. Menurutnya, warga tidak melakukan perlawanan dan hanya meminta ruang dialog dengan petugas.
"Padahal warga sini nggak ada yang ngelawan, kami cuma hadang, 'Pak, negosiasi, negosiasi'. Tapi ya nggak didenger, tetep dikeluar-keluarin paksa barang-barangnya semua," ujarnya.
Ade mengaku mengalami luka memar saat proses penggusuran berlangsung.
Baca Juga: Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
"Ini, memar di pinggang, kena tendang tadi. Keinjek juga sempet," katanya sambil menunjukkan bagian tubuh yang terluka.
Selain pengeluaran paksa barang-barang warga, Ade menyebut selama proses penertiban terjadi pemadaman listrik dan gangguan komunikasi yang membuat situasi semakin sulit bagi warga.
Sementara TNI AD menjelaskan bahwa pengosongan ini mendesak dilakukan untuk pembangunan rumah susun bagi prajurit Detasemen Penjinak Bahan Peledak (Jihandak), yang jumlah personelnya melonjak dari sekitar 75 orang menjadi 170 orang
Dari 152 Kepala Keluarga yang terdampak, 45 KK dilaporkan telah meninggalkan rumah secara sukarela. TNI AD menargetkan 107 rumah tersisa dikosongkan paling lambat Jumat (12/6/2026) lusa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?