Tempatkan tempat pembuatan kompos Anda di tempat yang teduh, tetapi mudah diakses. Hindari area yang sangat panas atau terlalu lembab.
2. Buat Lapisan Pertama
Mulailah dengan membuat lapisan dasar dari bahan organik yang lebih besar, seperti ranting atau jerami. Ini membantu menjaga aliran udara ke dalam tumpukan kompos.
3. Tambahkan Bahan Hijau
Tambahkan lapisan berikutnya dengan bahan hijau seperti daun segar, rumput, atau sisa makanan. Bahan hijau mengandung banyak nitrogen yang penting untuk pembusukan.
4. Tambahkan Bahan Coklat
Tambahkan bahan coklat seperti daun kering, jerami kering, atau serbuk gergaji. Ini menyediakan karbon yang diperlukan untuk keseimbangan dengan bahan hijau.
5. Air dan Putar
Setelah setiap lapisan, siram dengan air secukupnya, tetapi jangan membuat tumpukan terlalu basah. Sesekali, putar atau gali tumpukan untuk memastikan sirkulasi udara yang baik.
6. Tutup dengan Selimut
Tutup tumpukan kompos dengan selimut plastik untuk menjaga kelembaban dan mengatur suhu. Gunakan termometer kompos untuk memantau suhu; sekitar 60-70°C adalah ideal.
7. Biarkan Berkompstasi
Biarkan bahan-bahan tersebut berkompstasi selama beberapa bulan hingga setahun. Proses ini akan menghasilkan pupuk kompos yang matang yang tidak berbau busuk.
8. Cek Kematangan
Untuk memeriksa apakah kompos sudah matang, lihat apakah bahan-bahan asalnya telah terurai menjadi humus gelap, berbau seperti hutan, dan tidak ada tanda-tanda sisa bahan mentah.
9. Gunakan Pupuk Kompos
Setelah pupuk kompos Anda matang, gunakan untuk memperkaya tanah di taman atau kebun Anda.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF